"Itu yang dia (Posco) sampaikan US$ 5 miliar," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu usai raker dengan komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu dini hari (26/8/2009).
Mari mengatakan masalah waktu realisasi investasi Posco, yang rencananya akan dilakukan secara joint venture tersebut belum dapat diketahui secara pasti. Semuanya itu masih harus menunggu pembahasan dan proses pembicaraan antara pihak Posco dan Krakatau Steel (KS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai jumlah rencana investasi yang mencapai hingga US$ 5 miliar, angka ini terbilang cukup besar. Karena sebelumnya Posco dikabarkan hanya berinvestasi hingga US$ 2,5 miliar saja untuk pengembangan produksi baja hot rolled plate (HRP). Namun jika ini benar maka pembangunan pabrik patungan KS dan Posco akan menjadi salah satu pabrik baja terbesar.
"Itu (US$ 5 miliar) mungkin jangka panjangnya," katanya.
Sebelumnya Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan PT Krakatau Steel (KS) telah menyiapkan sejumlah lahan di areal kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon Banten untuk merealisasikan pembangunan pabrik patungan tersebut.
Pihak utusan Posco melalui Vice President (VP) Posco, juga dikabarkan akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 7 September 2009 nanti termasuk akan bertemu dengan KS dan pemerintah.
(hen/qom)










































