"PPA nanti akan menyuntikkan dana kurang lebih Rp 400 miliar ke Waskita Karya," Menneg BUMN Sofyan Djalil di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2009) malam.
Waskita Karya saat ini sedang terlibat masalah lantaran tertangkap basah melakukan pemalsuan laporan keuangan. Menurut Sofyan, selama ini Waskita selalu melaporkan kalau pembukuan perseroan mengalami surplus alias untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofyan, pemalsuan laporan keuangan seperti yang dilakukan Waskita memang bisa terjadi pada BUMN karya. Umumnya, ujar Sofyan, perusahaan konstruksi itu biasanya menerima kontrak pengerjaan proyek, namun yang dikerjakan dalam kurun satu tahun belum tentu sesuai dengan seluruh nilai kontrak yang diperoleh.
"Nah, mereka melaporkan kalau seluruh nilai kontrak yang diperoleh selesai digarap semuanya. Jadi seolah-olah mereka mendapat keuntungan. Padahal sebenarnya yang proyek yang dikerjakan tidak semua, jadi sebenarnya defisit," ungkap Sofyan.
Ia menambahkan, pemalsuan ini telah dilakukan oleh manajemen Waskita Karya sejak tahun 2004. Artinya selama kurun waktu 5 tahun, tindakan jahil tersebut tidak terbaca oleh Kementerian BUMN.
Untuk menyelamatkan kinerja BUMN karya tersebut, Kementerian BUMN berencana mendorong PPA mengucurkan dana sekitar Rp 400 miliar untuk menutupi defisit tersebut.
"Dengan cara ini, kita harap dalam satu dua tahun kinerja Waskita sudah bisa kembali normal," ujarnya.
Sofyan menegaskan, Kementerian BUMN akan melakukan tindakan tegas kepada direksi yang bertanggung jawab atas pemalsuan ini. Saat ini, lanjut Sofyan, masih dilakukan proses penyelidikan.
"Direksi yang bertanggung jawab nantinya akan diberhentikan," tegas Sofyan.
Mengenai auditor laporan keuangan Waskita selama kurun 5 tahun terakhir, Sofyan mengaku belum mengetahui lebih jauh.
"Nanti akan kita telusuri juga ke auditornya mengapa ini bisa terjadi," ujarnya.
(dro/qom)










































