"Peran Bulog kalau untuk gula seperti beras (stabilitator) itu paling cepat tahun depan, itu pun kalau ada dukungan anggaran," kata Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar saat ditemui di kantornya, Rabu malam (26/8/2009).
Ia menegaskan wacana Bulog sebagai stabilitator harga gula maupun minyak goreng yang polanya seperti beras saat ini, bukan ambisi Bulog. Namun, kata dia, secara prinsip Bulog akan siap jika pemerintah menugaskan Bulog.
Mustafa mengatakan mengenai konsep Bulog sebagai stabilitator gula maupun minyak goreng telah diajukan ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Negara BUMN.
"Sedang dalam proses pembahasan," katanya.
Mengenai anggaran untuk gula, Mustafa belum mengetahui berapa besar anggarannya termasuk mekanisme pembelian gula apakah akan memakai sistem lelang atau lainnya. Menurutnya, sekarang ini yang terpenting adalah saat ini pihaknya fokus pada peranan Bulog sebagai distribusi alternatif gula milik PTPN dan RNI sebanyak 660.000 ton di 2009.
"Bukan keinginan Bulog, untuk di bermain di migor dan gula, tapi Bulog siap jika ditugasi," jelasnya.
(hen/dnl)











































