Hal ini disampaikan oleh oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar di kantornya, Rabu malam (26/8/2009).
"Ada kemungkinan berkurang (600.000 ton) dari PTPN dan RNI, mudah-mudah masih bisa diatas 100 ton dari sisa saat ini 150.000 ton," katanya.
Mustafa mengatakan kesapakatan distribusi gula alternatif oleh Bulog sebanyak 660.000 hanyalah 14,6% dari produksi gula nasional sedangkan sisanya adalah produksi gula milik PTPN dan RNI yang merupakan gula para petani.
Berkurangnya target jumlah gula milik PTPN dan RNI ini tidak terlepas dari kondisi kekeringan yang dialami oleh perkebunan milik PTPN dan RNI sehingga mempengaruhi produksi.
"Penyaluran distribusi gula Bulog sudah mencapai 500.000 ton per 25 Agustus 2009 dari 660.000 ton. Jadi ada sisa 150.000 ton dua bulan ke depan," katanya.
(hen/dnl)











































