"Itu (capital outflow ) harus diwaspadai karena dana-dana yang masuk ke portofolio itu yang di SBI, saham, atau obligasi. Itu bukanlah investasi jangka panjang," ungkap Ketua Umum Kadin MS Hidayat di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/8/2009).
Menurut Hidayat, jika kondisi ekonomi dunia mulai membaik maka kemungkinan mereka akan memindahkan dananya dari Indonesia ke luar negeri. "Kalau ada peluang yang lebih baik mereka akan lari," ungkapnya.
Namun Hidayat memperkirakan perbaikan kondisi ekonomi dunia masih belum selesai tahun depan. Selain itu, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, kondisi Indonesia masih lebih baik. "Kecuali kita tidak meningkatkan perfomance ,"ujarnya.
Untuk itu, Hidayat menyarankan kepada pemerintahan selanjutnya untuk membuat program ekonomi lima tahun ke depan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi saat ini dan meningkatkannya di tahun depan."Meningkatkan daya saing ekonomi indonesia, itu yang paling utama untuk cegah itu," katanya.
Kondisi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment /FDI) tahun ini, lanjut Hidayat, akan menurun jika dibandingkan tahun 2008. Pada tahun 2008, FDI yang mengalir ke Indonesia mencapai US$ 15-16 Miliar. "Saya belum tahu persis di akhir 2009 berapa FDI kita, tapi saya kira menurun," imbuhnya.
Hidayat berharap penurunan tersebut tidak akan berlanjut di tahun depan, mengingat mulai tumbuhnya permintaan dunia. Untuk itu pemerintah diminta untuk membuat kebijakan yang memudahkan pada investor asing tersebut masuk ke Indonesia. "Itu harus dipersiapkan," ungkapnya.
Sementara untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) tahun ini, Hidayat memprediksikan juga akan mengalami penurunan karena penurunan daya beli, ekspor melemah karena permintaan dari luar negeri turun dan suku bunga yang masih tinggi.
Namun Hidayat berharap kondisi ini karena adanya rencana dari perbankan nasional untuk menurunkan suku bunga dalam satu bulan ke depan.
"Kita dengar kata Pak Darmin (Deputi Gubernur Senior BI) bulan depan suku bunga mulai turun terutama depositonya dulu," tuturnya.
Jika bunga deposito turun ke level 8 persen, imbuh Hidayat, diharapkan landing rate -nya bisa mencapai 11 persen hingga 12 persen. "Itu akan sangat bantu dunia usaha untuk bisa ambil dana dari bank karena bisa dicicil," jelas Hidayat.
(epi/dnl)











































