Menurut Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan kenaikan tarif tol tersebut dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum (PU)
"Kita berharap kenaikan tol bisa tepat waktu, tapi itu kan tergantung dari Departemen PU," katanya ketika dihubungi detikFinance, Kamis (27/8/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau telat beberapa hari tidak masalah, tapi kalau sampai sebulan nanti akan mempengaruhi pendapatan. Walau cuma 4 bulan kan itu sudah dihitung sejak awal tahun," imbuhnya.
Penghitungan kenaikan tarif tol dilakukan atas asumsi inflasi dua tahun terakhir. Menurutnya, melihat inflasi Indonesia yang cukup rendah, maka diperkirakan kenaikan tarif tol berpotensi di bawah 15 persen.
"Hitungannya pasti sudah ada, tapi nanti Departemen PU yang menyampaikan," ujarnya.
(ang/dnl)











































