Pertamina Siap 'Kuasai' Blok Cepu

Pertamina Siap 'Kuasai' Blok Cepu

- detikFinance
Jumat, 28 Agu 2009 15:40 WIB
Pertamina Siap Kuasai Blok Cepu
Jakarta - Mundurnya produksi Blok Cepu membuat ExxonMobil jadi 'tertuduh'. BP Migas bahkan akan mengevaluasi kinerja ExxonMobil di blok migas Tersebut. Wacana pun muncul agar Pertamina menjadi operator di Blok Cepu.

Dan pihak Pertamina mengaku siap menjadi operator di blok Cepu, jika memang pemerintah meminta BUMN tersebut mengambil alih operatorship dari ExxonMobil.

"Kita ikutin saran pemerintah saja. Kalau memang keputusannya seperti itu kita siap karena kita sudah ada pengalaman,"  ungkap Wakil Dirut Pertamina, Omar S Anwar, di Gedung Kementerian negara BUMN, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/8/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan  Pertamina siap untuk memperbesar kepemilikan sahamnya di lapangan tersebut. Saat ini kepemilikan saham Pertamina di Blok Cepu hanya 45 persen.

"Kalau pemerintah bilang kita tingkatkan maka akan kita tingkatkan, tapi itu tergantung perjanjian dengan Exxonnya juga bagaimana," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BP Migas R Priyono menyatakan pertamina bisa menjadi operator Blok Cepu jika Mobil Cepu Limited, anak usaha ExxonMobil, tidak juga melakukan produksi di lapangan yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur pada akhir Agustus ini.

"Kalau memang manajemen ExxonMobil parah sekali, bisa saja kita minta Pertamina jadi operator," ungkap Kepala BP Migas R Priyono usai menghadiri acara penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Jumat (28/8/2009).

Namun menurut Priyono, pemberian sanksi kepada ExxonMobil diberikan secara bertahap hingga membawa masalah ini ke abitrase Internasional.

"Pemberian sanksi harus bertingkat-tingkat dong, abitrase itu opsi terakhir. kita lihat dulu siapa yang bertanggung jawab," ungkapnya.

Pada tahap awal, Priyono mengaku telah memberi ultimatum berupa pemulangan para pejabat ExxonMobil di Cepu ke negara asalnya jika produksi blok ini kembali molor dari jadwal.

"Siapa yang duduk disana bisa kita suruh pulang karena negara punya sovereignty (kedaulatan) yang besar," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Priyono membantah kalau keterlambatan tersebut juga disebabkan penetapan target produksi awal blok Cepu sebelum tahun 2010 yang terlalu dipaksa oleh pemerintah.

"ExxonMobil memang punya rencana produksinya pada tahun 2012, namun pemerintah minta cepat dan mereka sudah menyanggupinya," ungkapnya.

Priyono menambahkan, saat ini BP Migas masih menunggu komitmen ExxonMobil untuk segera memproduksi minyak. BP Migas akan menunggunya hingga akhir bulan.




(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads