Membungkus Laba Keranjang Parsel Lebaran

Membungkus Laba Keranjang Parsel Lebaran

- detikFinance
Sabtu, 29 Agu 2009 15:31 WIB
Membungkus Laba Keranjang Parsel Lebaran
Jakarta - Hari Raya Idul Fitri atau lebih dikenal dengan lebaran identik dengan parsel atau kado kiriman berupa makanan atau barang pecah belah yang dibungkus memakai plastik di atas sebuah keranjang.

Beberapa orang mencoba memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan aneka keranjang yang dibutuhkan untuk membungkus parsel lebaran. Seperti pantauan detikFinance di sekitar Pasar Cikini, Jakarta Pusat, suasananya terlihat ramai dan hidup dipenuhi para penjual dan pembeli keperluan lebaran.

Menurut pengakuan Nula, salah seorang pedagang keranjang parsel, dalam sehari ia bisa menjual hinga 100 keranjang. Keranjang parsel tersebut dijual antara Rp 12.000 hingga Rp 50.000 per keranjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang ini pembeli besarnya belum keluar, masih banyak yang hanya lihat-lihat saja. Tapi penjualan sudah cukup baik," ujar Nula kepada detikFinance sambil melayani pembeli yang datang silih berganti di tokonya, Jakarta, Sabtu (29/8/2009).

Meski begitu, ia belum bisa memperkirakan keuntungannya di akhir ramadhan nanti. Menurutnya, seluruh keuntungan baru akan dihitung jika lebaran sudah usai. Yang jelas, ia yakin di 2 pekan sebelum lebaran, penjualannya akan meningkat dan mampu mengembalikan modal awal miliknya sebesar Rp 50 juta.

Selain menjual keranjang, pedagang musiman yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga ini juga memberikan jasa pengepakkan parsel. Untuk satu buah parsel makanan dikenakan harga Rp 50.000, sedangkan untuk barang pecah belah, seperti tea set dan piring, dikenakan tarif Rp 100.000.
Β 
Hal yang sedikit berbeda dialami Bukron, pedagang keranjang parsel dari bambu di tempat yang sama. Bukron baru menjual sekitar 20 keranjang per hari.

Menurutnya, hal ini dikarenakan masih banyak pembeli yang membeli keranjang hanya untuk contoh. Namun ia optimis, di pertengahan ramadhan ini, ia akan menerima pesanan dalam jumlah besar.

Bukron, menjual keranjang bambunya dengan kisaran harga Rp 25.000-100.000. "Kalau yang bagus itu memang dari bambu, karena setelah parselnya diambil, bisa dipakai lagi. Ada yang bisa dijadikan bangku, lemari, dan tempat pakaian kotor," jelas Bukron.

Menurut kedua penjual tersebut harga keranjang pada tahun ini dan tahun lalu tidak jauh berbeda. Tetapi tidak bagi Rita, salah seorang pembeli keranjang parsel di pasar ini. Rita merasakan kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan harga tahun lalu.

"Dulu keranjang yang harganya Rp 15.000 sekarang menjadi Rp 20.000" ujar Rita di sela tawar menawar harga dengan penjual keranjang.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads