"Kami berharap lapangan-lapangan baru dari Mobil Cepu, BP tangguh, Duri Chevron Pacific Indonesia dan Medco Malaka akan bisa membantu produksi di akhir tahun 2009," ujar Kepala BP Migas R.Priyono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (31/8/2009).
Sementara untuk realisasi lifting minyak sampai data minggu ketiga Agustus 2009 sebesar 939.360 bph, dimana stok minyak mentah milik pemerintah saat ini mencapai 12 juta barel.
Rendahnya realisasi lifting tersebut, lanjut Priyono, diantaranya disebabkan kilang Cilacap mengalami kerusakan, sehingga lifting tidak bisa dilakukan sesuai jadwal. Selain itu, faktor Cuaca di laut juga menyebabkan tidak bisa lakukan lifting sesuai jadwal.
Untuk produksi gas bumi hingga bulan Agustus sudah mencapai 7,8 miliar kaki kubik per hari dari target produksi gas pemerintah tahun ini sebesar 7,256 miliar kaki kubik per hari.
"Diharapkan produksinya bisa meningkat lagi dari produksi lapangan Oyong milik Santos, BP Tangguh dan ConocoPhillips," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Priyono memaparkan, penerimaan negara dari sektor hulu migas pada semester I-2009 sebesar Rp 7,58 miliar atau 120,3 persen dari rencana APBN semester I-2009 yang sebesar US$ 6,3 miliar.
"Penerimaan itu terdiri dari kegiatan hulu minyak bumi sebesar US$ 4,74 miliar dan kegiatan hulu gas bumi sebesar US$ 2,84 miliar," katanya.
Menurut Priyono, penyebab meningkatnya penerimaan negara dari sektor hulu migas yaitu harga minyak ICP aktual lebih tinggi yaitu sebesar US$ 51,12 per barel dari patokan harga ICP di APBN 2009 sebesar US$ 45 per barel.
Sementara untuk biaya investasi dan operasi yang dibelanjakan bagi kegiatan hulu migas semester I-2009 mencapai US$ 5,3 Miliar atau 70 persen dari target rencana Kerja dan anggaran (RKA) semester I-2009 sebesar US$ 7,6 Miliar.
"87 persen digunakan untuk membiayai kegiatan usaha di wilayah Kerja Produksi," jelasnya.
(epi/dnl)











































