Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 01 Sep 2009 09:28 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham US turun mengikuti penurunan saham di berbagai negara dengan S&P memangkas kenaikannya dalam enam bulan terakhir ditengah kekhawatiran adanya rally global terhadap ekuiti akan mempengaruhi pemulihan ekonomi. China memimpin penurunan sebesar 6.7%.

Freeport-McMoran Copper & Gold Inc., dan Exxon Mobil Corp. turun akibat turunnya harga copper dan minyak berada di bawah level $70/barel. American International Group Inc. -9.8% dan memimpin penurunan pada S&P 500 akibat kekhawatiran harga saham terlalu mahal. Indeks S&P 500 (-0.8%) 1,020.62 dan Dow Jones (-0.5%) 9,496.25.

Penurunan saham tetap terjadi walaupun Walt Disney Co. mengatakan akan membeli Marvel Entertainment Inc., Baker Hughes Inc. setuju untuk mengakuisisi BJ Services Co. dan sebuah laporan dari Institute for Supply Management-Chicago Inc. menunjukkan adanya peningkatan aktivitas bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Bursa Jepang melanjutkan pelemahan, dengan penguatan pada yen memberatkan para eksportir, sedangkan saham energi melemah seiring harga komoditas melemah. Nikkei 225 (-0.3%) 10,446.10, dan Topix Index (-0.5%) Straits Times (+0.44%) 2,604.34. KOSPI INDEX (-0.53%) 1,583.49. S&P/ASX 200 INDEX (+0.34%) 4,494.40.

Commodity: Harga minyak melemah terbanyak dalam dua pekan seiring ekuitas China memimpin penurunan global dengan kekhawatiran perlambatan dalam pinjaman yang akan menyebabkan keluar dari pemulihan ekonomi di negara konsumsi energi kedua terbesar di dunia.

Harga minyak untuk pengiriman bulan Oktober (-3.8%) $69.96/barel pada 2:49 p.m. di Nymex, yang merupakan pelemahan terbanyak sejak 14 Agustus. Harga minyak berjangka telah naik 0.7% bulan ini dan 57% untuk tahun ini.Β  Crude Oil (+0.1%) $70.1/barel, Gold (+0.1%) $954.5/oz, ,Tin (+2.14%) $14.300/ton, Nickel (+0.2%) $19.590/ton.

Economic & Industrial news

Economic: Penerimaan Migas US$ 7,58 Miliar

Realisasi penerimaan minyak dan gas bumi hingga 1H09 mencapai US$ 7,58 miliar atau 120,3% terhadap rencana penerimaan periode itu dalam APBN sebesar US$ 6,3 miliar. kenaikan penerimaan itu disebabkan oleh realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang lebih tinggi dari patokan APBN. Realisasi harga ICP 1H09 US$ 51,12 per barel, sedangkan patokan ICP dalam APBN hanya US$ 45 per barel.

Automotive: Insentif BM Komponen Rp 700 Miliar

Industri komponen kendaraan bermotor kembali diusulkan mendapat insentif bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) untuk impor bahan baku dan komponen pada 2010 dengan pagu anggaran sekitar Rp 700 miliar yang lebih rendah dari BM DTP 2009 sebesar Rp 795,2 miliar.

Economic: Penerimaan Negara FY10 Disepakati Rp949 T

Pemerintah dan Panitia Anggaran menyepakati penerimaan negara dan hibah dalam nota keuangan FY10 sebesar Rp949,39 triliun atau naik Rp37,9 triliun (4,16%) dari semula Rp911,47 triliun seiring asumsi GDP FY10 capai 5,5%.

Corporate news

PGAS: Laba Bersih 1H09 Melonjak 135% yoy

Laba bersih PGAS 1H09 melonjak 135% yoy dari Rp1,45 triliun jadi Rp3,19 triliun, dipicu naiknya volume penjualan gas yang mencapai 756 mmscfd (+37% yoy) serta mencatat laba kurs Rp843 miliar. Pendapatan 1H09 naik 55% yoy dari Rp5,82 triliun jadi Rp9 triliun. Sementara, volume penyaluran gas 1H09 naik dari 743 mmscfd jadi 763 mmscfd sedangkan penyaluran gas bumi melalui jaringan pipa transmisi dan distribusinya lebih dari 1.500 mmscfd. Perseroan menargetkan laba bersih FY09 melonjak lebih dari 100% yoy dengan rata-rata volume gas 780-800 mmscfd.

DOID: Akuisisi Buma US$ 117,07 Per Saham

DOID akan mengakuisisi 99,99% atau 2.049.795 saham Buma seharga US$ 240 juta atau US$ 117,08/saham (Rp 1.170.848/saham) serta melunasi seluruh utang Buma US$310 juta. Oleh karenanya, perseroan menyiapkan dana sebesar US$550 juta yang akan didanai dari pinjaman Barclays Capital.

TLKM: Segera Rampungkan Utang RDI US$400 Jt

TLKM akan menjajaki penyelesaian rekening dana investasi (RDI) sebesar US$400 juta dengan sejumlah bank BUMN. Sementara itu, selain PT Patrakom perseroan berencana melego lagi satu anak usahanya pada tahun ini. Perseroan akan memerinci identitas anak usahany tersebut dua bulan lagi.

ADRO: Terbitkan Obligasi, Tunjuk 3 Underwriter

Tahun ini, ADRO jajaki penerbitan surat utang senilai US$500 juta (Rp5 triliun) guna mendanai sejumlah proyek dan ekspansi. Disinyalir, perseroan telah menunjuk tiga underwriternya yakni UBS Securities, Credit Suisse, dan DBS Vickers Securities. Itu berarti, perseroan membutuhkan dana sebesar US$1 miliar atau Rp10 triliun setelah sebelumnya perseroan menerbitkan request for proposal ke sejumlah bank untuk meminjam US$500 juta.

IPO: IPO Berau Mundur jadi Awal 2010

PT Berau Coal memastikan pelaksanaan IPO akan mundur jadi awal 2010 dari sebelumnya tahun 2009. Dikabarkan, MEDC selaku calon pembelinya akan mundur dari proses penawaran tersebut. Hari ini, kemungkinan MEDC akan memberikan penjelasan terkait kabar tersebut.

FREN : Setor Sinking Fund Rp 8 M

FREN telah menyetorkan dana cadangan pembayaran utang (sinking fund) tahap pertama sebesar Rp8 miliar tepat pada waktunya. Tanggal 15 Sept09, perseroan akan menyetor sinking fund kedua. Sumber pendanaan berasal dari kas internal dan pendapatan usaha FY09.

UNSP: Incar Akuisisi Domas

UNSP tengah bernegosiasi untuk mengakuisisi perusahaan CPO dan oleokimia milik Grup Domas di Kuala Tanjung, Sumut serta negosiasi utang Domas dengan krediturnya senilai Rp8 triliun. BMRI selaku kreditur Domas akan melelang aset Domba Mas yakni dua hotel di Kuningan Jakarta dan Medan serta pabrik oleokimia. Kabarnya, selain aset ditawarkan ke UNSP juga ke LSIP dan AALI.

BBRI: Akuisisi, Siapkan Rp1 T

BBRI menyiapkan dana Rp1 triliun untuk mengakuisisi BBKP yang saat ini tengah menunggu persetujuan dari pemegang saham, Kementrian BUMN. Akuisisi tersebut tidak harus menunggu penerbitan subdebt karena kas internal perseroan mencapai Rp1 triliun.

BEKS: Belum diakuisisi SBI

State Bank of India (SBI) belum berminat mengakuisisi BEKS karena nilai aset dinilai terlalu kecil. SBI membantah pihaknya tengah bersaing ketat dengan Recapital Group untuk mendapatkan bank tersebut. Yang benar adalah akhir tahun SBI akan mulai mengakuisisi bank minimal asetnya sebesar Rp 3 triliun.

BNGA: Galang SIndikasi Kredit Rp 2 T

BNGA menyediakan dana Rp 2 triliun untuk membiayai industri batubara dan telekomunikasi. Manajemen siap mengajak bank-bank untuk membiayai proyek tersebut secara sindikasi. Pihak BNGA mengaku masih menunggu kesiapan nasabah untuk merealisasikan proyeknya. Persero siap mendanai sendiri ataupun secara sindikasi.

BBRI: Tahan NIM sekitar 9%

BBRI berupaya tetap mempertahankan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di kisaran 9%. Hal ini menutup biaya operasional yang tinggi dalam menyalurkan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Biaya operasional yang cukup tinggi membuat total biaya dana (overhead cost) perseroan turut meningkat. Dampaknya persero harus mengambil NIM yang cukup tinggi agar mendatangkan keuntungan.

PGAS: Akan Tukar Surat Utang US$ 275 Jt

PGAS tengah mencari pinjaman sebesar US$ 275 juta untuk refinancing guaranteed notes (surat utang) dalam jumlah yang sama guna mengurangi beban bunga perseroan. Namun, perseroan belum bisa memastikan kapan pinjaman baru tersebut akan diperoleh.



(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads