Ekspor RI Juli 2009 Masih Anjlok 22,98%

Ekspor RI Juli 2009 Masih Anjlok 22,98%

- detikFinance
Selasa, 01 Sep 2009 15:05 WIB
Ekspor RI Juli 2009 Masih Anjlok 22,98%
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia Juli 2009 tercatat sebesar US$ 9,65 miliar atau turun 22,98% dibandingkan ekspor Juli 2008. Penurunan ini lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor Juni 2009 terhadap Juni 2008 yang sebesar 19,81%. Namun jika dibandingkan Juni 2009, ekspor Juli 2009 hanya turun tipis 2,85%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, ekspor nonmigas Juli 2009 mencapai US$8,18 miliar, naik 3,14% dibanding Juni 2009 sedangkan dibanding ekspor Juli 2008 menurun 15,21%.

"Yang menolong ekspor kita itu batubara, pokoknya barang-barang tambang masih menjanjikan, menolong sehingga tidak jauh dari 2008. Batubara secara nominal meningkat 22,08%. Hampir tidak ada komoditas yang bisa meningkat seperti ini. Volume ekspor batubara menurun 9,19%. Jadi harga naik pada 2009," tuturnya, Selasa (1/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2009 mencapai US$59,72 miliar atau menurun 27,98% dibanding periode yang sama tahun 2008, sementara ekspor nonmigas mencapai US$51,08 miliar atau menurun 20,13%.

Ekspor nonmigas ke Jepang Juli 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$974,3 juta, disusul Amerika Serikat US$942,7 juta dan Cina US$691,6 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,90%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,11 miliar.

Sementara untuk nilai impor Indonesia Juli 2009 mencapai US$8,69 miliar atau meningkat 9,48% dibanding Juni 2009 yang besarnya US$7,94 miliar, sedangkan selama Januari-Juli 2009 nilai impor mencapai US$50,07 miliar atau menurun 35,83% dibanding periode yang sama tahun 2008.

Impor nonmigas Juli 2009 mencapai US$6,85 miliar atau meningkat 5,51% dibanding impor Juni 2009, sedangkan selama Januari-Juli 2009 mencapai US$40,82 miliar atau menurun 29,05% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas Juli 2009 mencapai US$ 1,84 miliar atau meningkat 27,40% dibanding impor Juni 2009, sedangkan selama Januari-Juli 2009 mencapai US$9,25 miliar atau menurun 54,86% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2009 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$7,00 miliar dengan pangsa 17,15%, diikuti Jepang US$5,20 miliar (12,74%) dan Singapura US$4,69 miliar (11,49%). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,54% dan Uni Eropa sebesar 12,28%.

Dengan data tersebut, maka surplus perdagangan Indonesia untuk Juli 2009 tercatat sebesar US$ 960 juta, sementara untuk Januari-Juli tercatat surplus sebsar US$ 9,7 miliar.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads