”Saya sudah tandatangani sesuai dengan usulan BP Migas,” ujarnya, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/9/2009).
Purnomo menjelaskan, dengan ditandatanganinya POD tersebut, maka pengembangan proyek tersebut sudah bisa mulai dilakukan termasuk pembangunan kilang LNG terapung dengan kapasitas 4,5 juta ton bisa dimulai tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purnomo memaparkan, skenario pengembangan kilang terapung itu dipilih sebab dari sisi investasi akan lebih murah jika dibandingkan membuat kilang di darat.
“Ternyata yang paling murah itu floating, baik terhadap penerimaan negara, juga keseluruhan project present value paling optimal jika pakai floating dengan skala 4,5 juta ton per tahun,” jelasnya.
(epi/ang)











































