Executive Vice President Tangguh Project, Fawaz K Bitar menjelaskan saat ini pihaknya tengah memperbaiki kilang yang berada di teluk Bituni Papua Barat tersebut.
"Kilang Tangguh saat ini dan sedang diperbaiki. Diharapkan akan start up beberapa hari lagi," ujar Fawaz dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengirimkan tiga kargo LNG. Kami juga telah melakukan 2 pengapalan kondensat," ujar Fawaz.
Sementara itu, BP Vice Communcation and External Affair Ngurah Kresnawan menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan perbaikan di sejumlah alat di kilang yaitu scrub column, dehydration unit dryers untuk proses penyingkiran air dan removal mercury drum.
"Diharapkan start up beberapa hari lagi. Mudah-mudahan kapasitas produksi 100 persen bisa dicapai akhir tahun ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, sejak 4 Agustus lalu, Kilang Tangguh berhenti memproduksi LNG untuk sementara. Kepala BP Migas, R Priyono pernah menyatakan, kerusakan pada kilang Tangguh terjadi pada alat mercury removal sehingga jika alat ini rusak maka kandungan merkuri di gasnya akan sangat tinggi. Diperkirakan butuh waktu 2-3 minggu untuk perbaikan tersebut.
Kilang Tangguh yang berkapasitas 7,6 juta ton per tahun sudah menandatangani kontrak penjualan dengan Fujian sebanyak 2,6 juta ton per tahun selama 25 tahun, Posco dan K-Power, Korsel 1,15 juta ton per tahun selama 20 tahun, dan Sempra, AS 3,6 juta ton per tahun selama 20 tahun
(epi/ang)











































