Kilang Tangguh Siap Beroperasi Lagi

Kilang Tangguh Siap Beroperasi Lagi

- detikFinance
Kamis, 03 Sep 2009 11:57 WIB
Kilang Tangguh Siap Beroperasi Lagi
Jakarta - BP Indonesia berjanji kilang Tangguh akan  kembali beroperasi normal beberapa hari lagi. Saat ini sedang dilakukan perbaikan di sejumlah alat kilang tersebut.

Executive Vice President Tangguh Project, Fawaz K Bitar  menjelaskan saat ini pihaknya tengah memperbaiki kilang yang berada di teluk Bituni Papua Barat tersebut.

"Kilang Tangguh saat ini dan sedang diperbaiki. Diharapkan akan start up beberapa hari lagi," ujar Fawaz dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fawaz menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengirimkan tiga kargo ke para pembelinya di cina, Korea Selatan dan Amerika.  Pengapalan LNG pertama dilakukan pada tanggal 6 Juli lalu.

"Kami sudah mengirimkan tiga kargo LNG. Kami juga telah melakukan 2 pengapalan kondensat," ujar Fawaz.

Sementara itu, BP Vice Communcation and External Affair Ngurah Kresnawan menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan perbaikan di sejumlah alat di kilang yaitu scrub column, dehydration unit dryers untuk proses penyingkiran air dan removal mercury drum.

"Diharapkan start up beberapa hari lagi.  Mudah-mudahan kapasitas produksi 100 persen bisa dicapai akhir tahun ini," ungkapnya.

Seperti diketahui, sejak 4 Agustus lalu, Kilang Tangguh berhenti memproduksi LNG untuk sementara. Kepala BP Migas, R Priyono pernah menyatakan, kerusakan pada kilang Tangguh terjadi pada alat mercury removal sehingga jika alat ini rusak maka kandungan merkuri di gasnya akan sangat tinggi. Diperkirakan butuh waktu 2-3 minggu untuk perbaikan tersebut.

Kilang Tangguh yang berkapasitas 7,6 juta ton per tahun sudah menandatangani kontrak penjualan dengan Fujian sebanyak 2,6 juta ton per tahun selama 25 tahun, Posco dan K-Power, Korsel 1,15 juta ton per tahun selama 20 tahun, dan Sempra, AS 3,6 juta ton per tahun selama 20 tahun

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads