Hal ini disampaikan Ekonom Aviliani dalam diskusi ekonomi di MU Cafe, Jakarta, Kamis (3/9/2009).
"Presiden jangan lagi menempatkan kabinet sektor riil bertumpu pada kroni-kroninya di partai politik,"ujar Aviliani.
Â
Avi menegaskan, untuk sektor riil yang menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia dibutuhkan orang-orang yang benar-benar mengerti mengenai hal-hal mikro dan tidak mengedepankan kepentingan individu.
Â
"Walaupun ada dari pihak pengusaha tapi sebaiknya di-mix juga dengan para pakar ekonomi. Jadi ada yang memikirkan jangka panjang dan jangka pendek,"jelasnya.
Â
Ia menambahkan, yang paling penting pemerintahan baru juga bisa fokus mengimplementasikan pertumbuhan ekonomi untuk daerah. Sekarang ini banyak daerah yang belum mendapatkan insentif fiskal sehingga pertumbuhan ekonominya belum merata.
Â
"Sekarang ini masih pukul rata, seharusnya nanti Menteri keuangan menyiapkan insentif fiskal. Menteri Perindustrian harus concern pada 10 klaster, sehingga skin fiskalnya akan berbeda sesuai kebutuhan daerah masing-masing," paparnya.
(nia/ang)











































