Mendag Mari Elka Pangestu dalam kunjungan kerjanya di perundingan informal tingkat menteri anggota WTO pembahasan putaran Doha di New Delhi India mengungkapkan, pemerintah India pun sedang mengalami kepusingan gara-gara masalah tingginya harga gula atau mengalami hal sama dengan pemerintah Indonesia.
"Harga gula di India sudah mencapai 8.000 rupee, hampir sama dengan kita. Mereka juga sedang pusing," kata Mari dalam tele conference dari India dengan para wartawan, Jumat (4/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan, masalah penanggulangan harga gula yang tinggi didalam negeri, terkait wacana penetapan harga jual tertinggi saat ini masih sulit dilakukan karena harus memiliki stok yang cukup.
"Jadi harus ada mekanisme kontrol yang lain, perlu dibahas dalam rapat koordinasi," terangnya.
Sampai saat ini berdasarkan laporan pemantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok, harga rata-rata gula nasional per tanggal 4 September 2009 mencapai Rp 10.031 per kg atau mengalami penurunan sebesar Rp 56 per kg dibandingkan harga rata-rata nasional tanggal 3 September 2009 sebesar Rp 10.087 per kg.
Sedangkan bila dibandingkan dengan harga rata-rata gula bulan Agustus sebesar Rp 9.028 per kilo masih terjadi kenaikan dengan harga gula rata-rata nasional bulan September yang telah tembus Rp 10.055 per kg atau naik Rp 1.027 per kg.
Dimana Harga tertinggi masih terjadi Manokwari sebesar Rp 12.000 per kg, dan terendah terjadi di Surabaya dan Tanjung Pinang Rp 9400 per Kg.
(hen/qom)











































