Bisnis Kue Kering Makin Renyah Jelang Lebaran

Bisnis Kue Kering Makin Renyah Jelang Lebaran

- detikFinance
Sabtu, 05 Sep 2009 15:25 WIB
Bisnis Kue Kering Makin Renyah Jelang Lebaran
Jakarta - Bulan Ramadhan telah berjalan 15 hari, masyarakat yang menjalankan ibadah puasa mulai mempersiapkan keperluan Lebaran. Tidak terlewatkan untuk membelik kue kering ala Hari Raya.

Kebutuhan akan kue-kue inilah yang menyulap Pasar Malam Kue Basah Senen menjadi Pasar Malam Kue Kering. Puluhan penjaja kue basah menambah jajaannya dengan berbagai jenis kue kering sejak awal puasa. Mereka berjualan dari jam 8 malam hingga 7 pagi.

Penjual kue kering di Pasar Malam Senen tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu, dan ini rupanya mengurangi omzet penjualan tiap pedagang. Demikian disampaikan Sindo, salah seorang penjual kue kering di Pasar Malam Senen ini.

β€œTahun kemarin, pedagang kue keringnya sedikit jadi lebih untung kalau sekarang lebih ramai karena areanya lebih luas jadi pemasukannya berkurang, tapi tetap masih untung,” keluh Sindo saat ditemui detikFinance , Sabtu subuh (5/9/2009).

Sindo menjual kue kering ini dengan mengambil untung Rp 500 sampai Rp 1.000 per toples dengan harga per toples berkisar antara Rp 12.000 sampai Rp 30.000. Kenaikan harganya Rp 1.000 dibandingkan harga tahun lalu.

Pasokan kue kering ini berasal dari daerah Kalibaru. Biasanya Sindo mengambil 3 lusin untuk setiap jenis kue. Ada sekitar 40 jenis kue yang dijajakannya. Jenis yang paling banyak diminati pembeli adalah nastar dan kastangel. Sejak dijualnya kue kering hingga hari ini, Sindo bisa menjual sekitar 3 lusin toples per hari.

Sebagai penjual yang mengambil barang dari pemasok, Sindo tidak memerlukan modal awal karena dia hanya menjualkan kue yang dititip agen dan hanya mengembalikan uang sesuai dengan harga yang ditentukan agen. Selebihnya merupakan keuntungan bagi Sindo. Namun, keuntungannya memang tidak sebesar penjual yang membuat kuenya sendiri.

β€œKalau buat sendiri pasti kena modal sekitar Rp 50 juta, tetapi kalau mengambil barang seperti ini untungnya tipis,” jelas Sindo.

Hal berbeda dialami Tomo, salah seorang pembuat sekaligus penjual kue di Pasar Kue Malam Senen. Tomo mengeluarkan modal awal sebesar Rp 30 juta untuk membuka dagangan kue kering pada Ramadhan tahun ini. Dengan modal itu, Tomo bisa mengambil keuntungan Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per toples kue.

Harga kue yang ia jual berkisar Rp 12.000 sampai Rp 20.000 per toples. Tomo biasa memasok sekitar 7 lusin untuk 12 jenis kue yang dijualnya. Sampai hari ini, Tomo bisa menjual sebanyak 20 sampai 30 toples kue per hari.

Menurut Tomo, penjualan kue kering pada Lebaran tahun ini menurun karena banyak orang yang lebih memilih memenuhi kebutuhan pokok dibandingkan membeli kue.

β€œSekarang ini penjualan agak menurun karena banyak orang yang penting itu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dulu”, jelas Tomo.

Untuk keuntungan, para penjual di Pasar Senen ini belum bisa menyebutkan angka pastinya karena dari hari ini sampai malam takbiran akan terjadi peningkatan penjualan baik dari individu maupun kalangan pembisnis kue dan parsel. Namun, sudah banyak juga pembeli yang membeli kue dari awal puasa hingga H-15 ini.

Menurut Tina salah seorang pembeli kue kering di Pasar ini, dia sudah membeli kue sejak hari ini karena pasar masih sepi.

β€œSaya beli kue sekarang karena pasar masih sepi, selain itu nanti waktu mendekati hari H bisa mengurusi yang lain seperti bikin ketupat dan membereskan rumah,” jelas Tina.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads