"Kita kerjasama dengan Disprindag DKI untuk gelar pasar murah, Pemda DKI akan ada subsisi Rp 5000 per kg setiap kepala keluarga 1 kg. harga daging yang dijual jatuhnya bisa Rp 49.000-50.000 per kg saja," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring saat dihubungi Minggu (6/9/2009).
Operasi pasar murah ini kata dia, untuk mengimbangi keliaran harga daging yang dipastikan akan naik hingga Rp 70.000 per kg saat mendekati lebaran. Pada tahun lalu pihaknya hanya menggelar pasar murah di 19 kelurahan, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 30 kelurahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pelaksaan penjualan daging murah ini akan serempak dilakukan di DKI Jakarta pada H-5 sampai H-2 lebaran, dimana pemda DKI akan menentukan keluarga mana saja yang membutuhkan. Dikatakannya pasokan daging sapi untuk pasar umum memasuki lebaran sangat cukup yaitu hingga 6000-8000 ton.
Saat ini, lanjut Thomas, sebanyak minimal 40% kebutuhan daging nasional diperoleh melalui impor dimana 90% daging impor menyuplai 3 provinsi utama pengkonsumsi daging tertinggi yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
"Tahun 2008 impor daging 74.000 ton sebelumnya tahun 2007 sebanyak 65.000 ton. Tahun 2009 ini saya perkirakan naik jadi 80.000 ton dari kebutuhan nasional 350.0000 ton per tahun," katanya.
(hen/hen)











































