Demikian disampaikan oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi di kantornya, Selasa (8/9/2009).
"Industri mamin pertumbuhannya masih di atas 7% selama 6 bulan terakhir. Pada semester kedua ini karena terbantu oleh lebaran dan natal, saya optimis masih tumbuh 7% sejelek-jeleknya 6%," katanya.
Benny menjelaskan pada semester kedua ini pelaku industri mamin mulai melakukan ekspansi produksi diantaranya Nestle dan Kapal Api Group dan lain-lain.
"Saya rasa masih ada yang lainnya itu yang saya tahu itu, karena perizinannya ada yang di daerah dan BKPM," terangnya.
Selama setahun terakhir saat krisis, industri mamin terbilang sebagai industri yang terus masih menggeliat baik karena ditopang oleh pasar domestik dan pasar ekspor.
Meskipun kendala-kendala ekspor masih saja terjadi khususnya dalam penerapan kebijakan non tarif (non barrier ) oleh negara tujuan ekspor seperti standar, kesehatan, lingkungan dan lain-lain.
(hen/dnl)











































