"Sekarang kita ekspor batubara 13 juta ton per tahun. Nanti dua bulan lagi akan ada tambahan 3 juta ton, itu akan naik terus secara bertahap," ungkap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum menghadiri sidang paripurna DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2009).
Purnomo mengakui, prospek perdagangan batubara dengan India cukup baik, apalagi kebutuhan impor batubara di India saat ini mencapai 50 juta ton.
"Impor mereka naik terus, mereka butuh sampai 50 juta ton per tahun," ungkapnya.
Menurut Purnomo, hasil impor batubara yang dilakukan India tersebut digunakan untuk pasokan bahan bakar ke pabrik baja dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"India itu produksi batubaranya lebih besar dari kita, tapi konsumsinya lebih besar lagi. Dia sama kayak Cina dan Amerika Serikat, konsumsi lebih besar dari produksi," jelasnya.
Purnomo menambahkan, di Indonesia sendiri dari total produksi batu bara sebesar 240 juta ton per tahun, hanya diserap sekitar 40 persen oleh domestik.
"Nanti kalau ada kebutuhan dalam negeri yang meningkat, produksi akan ditingkatkan. prinsipnya kita akan dorong perdagangan kita dengan India," tegasnya.
(epi/dnl)











































