Tarif Listrik di Pemukiman Elite Akan Lebih Mahal

Tarif Listrik di Pemukiman Elite Akan Lebih Mahal

- detikFinance
Selasa, 08 Sep 2009 16:48 WIB
Tarif Listrik di Pemukiman Elite Akan Lebih Mahal
Jakarta - Kawasan elite Jakarta siap-siap untuk membayar tarif listrik lebih mahal dibanding daerah lainnya karena UU listrik yang baru akan buka peluang bagi PLN untuk terapkan tarif berbeda di kawasan elite tersebut, hal ini bisa terjadi pada akhir 2010 atau 2011.

"Sekarang tarif listrik di Menteng masa sama dengan di Depok, di sini dibuka kemungkinan diferensiasi tarif dengan persetujuan pemerintah DPR," jelas Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai menghadiri rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2009).

Perbedaan tarif tersebut, lanjut Purnomo, tergantung purchasing power ability (kemampuan masyarakat setempat membeli listrik listrik).

"Masa pricing (tarif) di Pondok Indah, Menteng, sama di daerah lain, padahal purchasing power ability -nya kan beda," jelasnya.

Namun Purnomo berharap dengan adanya UU ini maka  peningkatan rasio elektrifitas dapat terealisasi dengan cepat. Sebab UU ini memperbolehkan swasta, koperasi dan BUMD untuk berpartisipasi dalam usaha penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat.

"Kemajuan utama UU ini yaitu adanya regionalisasi tarif, dan juga peningkatan peran pemerintah daerah dalam  menyediakan tenaga listrik yang tidak bisa dijangkau pemerintah. Pemda juga ikut menanggung subsidi," jelasnya.

Purnomo menambahkan, masuknya swasta dalam penyediaan tenaga listrik bukanlah sesuatu yang baru. Sebab dalam UU No 5 tahun 1985, pemerintah memang sudah memberikan kesempatan untuk masuk dalam pengadaan listrik di daerah.

"Sekarang pun sebenarnya sudah dibuka, tetapi swasta tidak mau jual ke umum, karena tidak punya transmisi dan distribusi. Makanya kita harap transmisi dan distribusi jadi bisnis PLN yang utama, nanti swasta menyewa ke PLN," jelasnya. (epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads