"Penurunan tersebut terjadi secara alamiah (natural decline ) karena lapangan ini sudah tua," jelas Presiden Direktur Total E&P Indonesie Elisabeth Proust dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (10/9/2009).
Selain gas, imbuh Elisabeth, produksi minyak dan kondensat tahun 2010 juga mengalami penurunan dibandingkan 2009. Pada 2009, perkiraan produksi minyak dan kondensat mencapai 97.200 barel per hari, sedang pada 2010 diperkirakan akan turun sekitar 11,3% menjadi 86.200 barel per hari.
"Sehingga secara keseluruhan, tahun 2009 produksi minyak dan gas Total diperkirakan mencapai 574.800 barel setara minyak per hari dan 2010 turun menjadi 543.300 barel setara minyak per hari," paparnya.
Elisabeth memaparkan, selama 40 tahun beroperasinya Blok Mahakam telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat serta 12,7 triliun kaki kubik (TCF).
Sementara, nilai investasi di Blok tersebut, hampir mencapai 13 miliar dolar AS. Pengeluaran US$Β 19 miliar dengan pendapatan bruto US$ 90 miliar dengan hasil bagi pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun.
"Jika tidak melakukan kegiatan apapun, maka produksi migas akan mengalami penurunan hingga 40%," ungkapnya.
(epi/dnl)











































