"Untuk keterlibatan Pertamina di Total, kami menjembatani itu. Keinginan Pertamina dari sekarang masuk sekitar 17%," jelas Direktur Perencanaan BP Migas, M Lutfi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2009).
Lutfi menyatakan, rencananya setelah tahun 2017, Pertamina berkeinginan untuk memiliki saham mayoritas di Blok yang dikelola Total E&P Indonesie.
"Pertamina ingin menjadi mayoritas dan operator di sana. Saat ini Ny. Elisabeth Proust (Presdir dan General Manager Total E&P Indonesie) dan Bu Karen (Direktur Utama Pertamina) masih terus berunding," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Presdir dan General Manager Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust menyatakan pihaknya menyambut baik masuknya Pertamina dalam pengelolaan blok di Kalimantan Timur.
"Kami siap untuk bekerjasama dengan Pertamina. Tapi sebelumnya,kami harus mendapatkan persetujuan perpanjangan kontrak Blok Mahakam dari Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM," ungkapnya.
Namun saat ditanya soal keinginan Pertamina untuk menjadi operator di Blok itu, Elisabeth enggan mengomentarinya. "Itu diputuskan oleh Kantor Pusat kami," ungkapnya.
(epi/dnl)











































