"Wah, saya tidak tahu itu soal impor gula sekarang ini," jelas JK ketika ditanya mengenai rencana impor gula, di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
Lebih lanjut JK menjelaskan, dulunya impor gula ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri, yang memerlukan gula dengan spesifikasi khusus. Namun seiring kenaikan harga gula internasional, industri akhirnya banyak yang menggunakan gula untuk kebutuhan rumah tangga.
"Sehingga kebutuhan gula rumah tangga juga menjadi naik, stoknya kurang. Karena itu untuk memenuhinya, diimpor untuk mengganti home industry ," tambah JK lagi.
Mendag sebelumnya menyatakan, pemerintah akan memberikan izin impor 180.000 ton raw sugar. Ia menegaskan izin impor 180.000 ton raw sugar ini, pada dasarnya hanyalah memanfaatkan kapasitas tidak terpakai di pabrik-pabrik gula PTPN. Khususny di penghujung dua bulan terakhir selama musim giling yaitu Oktober dan November. (qom/dnl)










































