"Untuk Gas Metana Batubara, kami belum bisa buka regular tender tapi menggunakan penawaran langsung artinya didahului dengan joint study , inisiatif investor dengan pemerintah," ungkap Dirjen Migas Evita Herawati Legowo dalam acara dalam pengumuman hasil Lelang Reguler Wilayah Kerja Migas Tahap II Tahun 2008/2009, di Plaza Centris, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
Adapun ketiga wilayah kerja gas metana batubara yang ditawarkan yaitu wilayah kerja GMB Rengat di Sumatera Tengah-Riau, wilayah kerja GMB Barito di Kalteng, wilayah kerja GMB di Sanga-sanga, Kalimantan Timur.
WK GMB Barito memiliki ukuran 2167 KM2 dengan bagi hasil produksi 55% untuk pemerintah dan 45% untuk kontraktor. Sementara penyisihan minyak pertama (FTP) sebesar 10%, ceiling cost recovery 90% selama kontrak setelah produksi komersial dan bonus tanda tangan yang langsung didapatkan pemerintah sebesar US$ 2 juta.
WK GMB Rengat berukurannya 2295 KM2, dengan bagi hasil produksi 55% untuk pemerintah dan 45% untuk kontrantor. Sementara penyisihan minyak pertama (FTP) sebesar 10%, ceiling cost recovery 90% selama kontrak setelah produksi komersial dan bonus tanda tangan yang langsung didapatkan pemerintah sekitar US$ 1 Juta.
WK GMB Sanga-sanga berukuran sekitar 1747 KM2, dengan bagi hasil produksi 55% untuk pemerintah dan 45% untuk kontraktor. Sementara penyisihan minyak pertama (FTP) sebesar 10%, ceiling cost recovery 90% selama kontrak setelah produksi komersial dan bonus tanda tangan yang langsung didapatkan pemerintah sekitar US$ 2,5 juta.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan satu WK produksi lalui Lelang Penawaran Langsung yaitu Blok Langgak, Riau. WK Produksi ini khusus ditawarkan kepada perusahaan nasional.
Badan usaha/badan usaha tetap yang berminat untuk berpartisipasi pada penawaran langsung ini dapat mengakses bid dokumen mulai 28 September-11 November.
Pemasukan dokumen partisipasi pada tanggal 12 November 2009 pukul 09.30-14.00 WIB. “Pemenang akan diumumkan pada 26 November 2009 dan rencananya penandatangan akan dilaksanakan pada Desember 2009,” tegasnya.
(epi/dnl)











































