Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu, rata-rata langkah yang akan diambil dari kelima BUMN sakit tersebut dengan cara likuidasi, namun begitu ia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah baru mengenai langkah yang bakal diambil selanjutnya.
"Pokoknya kita siapkan semuanya untuk Menteri yang baru, jadi nanti tinggal meneruskan saja," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa BUMN itu masuk ke dalam kategori sakit salah satu penyebabnya adalah menumpuknya utang rekening dana investasi (RDI). Selain itu juga ada beberapa yang memang sudah tidak layak menjadi BUMN, dilihat dari kategori aset dan kinerja.
"Seperti Pragja Paramitra itu asetnya cuma Rp 4 miliar berupa toko buku di ruko. Kan negara tidak perlu itu," imbuhnya.
Ia menambahkan, PFN selaku produsen film Si Unyil yang terkenal di era 80-an juga akan dilepas oleh Pemerintah. Pasalnya, saat ini BUMN itu sudah tidak memproduksi film sama sekali dan hanya memilii aset sebesar Rp 31 miliar.
"Dia kan cuma produksi seri Si Unyil saja, sekarang sudah tidak jalan," imbuhnya.
(ang/qom)











































