Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (11/9/2009).
โKalau dilihat keseluruhan persentasenya, di bawah 1 persen lah. Kalau tahun ini kan 1,4 persen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anggito, penurunan stimulus fiskal tersebut disebabkan perekonomian Indonesia yang mulai membaik, juga memberi kesempatan kepada sektor swasta supaya bisa tumbuh dan memberikan kompensasi terhadap penurunan belanja pemerintah.
Selain itu, pada anggaran biaya negara, alokasi dana untuk gaji PNS tahun 2010 tidak akan sebesar tahun ini dan tidak ada anggaran untuk Pemilu.
Anggito menambahkan, tahun depan, anggaran terbesar yaitu anggaran untuk penurunan tarif PPh badan menjadi 25 persen. Lalu, perusahaan yang masuk bursa melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) turun menjadi 5 persen.
Selain itu, Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) 2010 diperkirakan jumlahnya besar di tahun depan. (nia/ang)











































