Revitalisasi Pabrik Gula PTPN Terlambat

Revitalisasi Pabrik Gula PTPN Terlambat

- detikFinance
Sabtu, 12 Sep 2009 11:14 WIB
Revitalisasi Pabrik Gula PTPN Terlambat
Jakarta - Realisasi revitalisasi pabrik gula di sejumlah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) terlambat. Hal ini terlihat dari total plafon kredit yang disiapkan sebanyak Rp 2 triliun untuk tahun 2009 belum banyak terserap.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/9/2009).

"Revitalisasi pabrik gula kita terlambat. Dari plafon kredit yang disiapkan total Rp 2 triliun baru terpakai sedikit," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, data penyerapan hingga Agustus 2009 sedang dihitung. Namun ia mengatakan, hingga akhir 2008 lalu, kredit revitalisasi pabrik gula yang sudah dipakai baru mencapai Rp 580 miliar dari plafon Rp 1,3 triliun.

Ia mengatakan, meski tahun ini plafon kreditnya ditingkatkan, dengan berbagai kendala yang ada maka penyerapannya tidak maksimal.

"Masalahnya bermacam-macam, ada proses tender yang lama dan segala macam," ungkapnya.

Pemerintah berencana merevitalisasi pabrik gula di PTPN II, VII, IX, X, XI dan XIV. Hal itu dilakukan dalam rangka memperbarui pabrik gula lama sehingga bisa beroperasi lebih maksimal.

Plafon kredit yang didapat sejumlah perusahaan plat merah itu didapat dair beberapa bank BUMN dan swasta. Namun, Said mengatakan, pemberi kredit terbesar masih dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads