Belanda Resesi, Bantuan Kerjasama Pembangunan Tertekan

Laporan dari Den Haag

Belanda Resesi, Bantuan Kerjasama Pembangunan Tertekan

- detikFinance
Minggu, 13 Sep 2009 17:39 WIB
Belanda Resesi, Bantuan Kerjasama Pembangunan Tertekan
Den Haag - Prospek ekonomi Belanda tahun-tahun mendatang diperkirakan akan suram. Penghematan pun tak terhindarkan. Salah satu sektor yang berada dalam tekanan adalah Bantuan Kerjasama Pembangunan.

Sektor Ontwikkelingssamenwerking (Bantuan Kerjasama Pembangunan, red) dinilai pemborosan uang pajak yang dipungut dari keringat rakyat Belanda dan popularitasnya terus menurun seiring dengan kesejahteraan yang dirasa terus berkurang.

"Dahulukan rakyat sendiri, jangan berlagak Sinterklaas menghamburkan uang ke negara-negara berkembang," demikian inti opini yang gaungnya terus menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyusul prospek ekonomi Belanda yang kurang menggembirakan di tahun-tahun mendatang, sebanyak 36% dari rakyat Belanda menghendaki agar program Bantuan Kerjasama Pembangunan dihapus. Ini prosentase terbanyak kedua setelah Keluarga Kerajaan (44%), demikian hasil angket biro TNS NIPO atas order RTL Nieuws (13/9/2009).

Disusul bantuan untuk misi Pembangunan Kembali (Rekonstruksi) seperti di Afghanistan (34%), integrasi (30%), dan kebudayaan (28%). Rakyat Belanda bersedia ikut menanggung akibat penghematan anggaran, namun bukan dari sektor yang mengenai langsung kehidupan mereka.

Mereka juga menolak keras dilakukan penghematan di sektor kesehatan masyarakat (71%), pendidikan (55%). Sektor jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan bagi lebih dari sepertiga rakyat Belanda juga tabu untuk dipotong anggarannya (36%). Demikian terungkap dari 1.000 responden dewasa angket biro TNS NIPO.

Pantauan detikcom dari media Belanda menunjukkan bahwa dalam situasi sangat sulit ini kemungkinan besar kabinet akan menjamah sektor-sektor yang selama ini dipandang tabu, tak terkecuali sektor Bantuan Kerjasama Pembangunan. (es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads