Mendag Bantah HPE Sebabkan Pendapatan Bea Keluar Melorot

Mendag Bantah HPE Sebabkan Pendapatan Bea Keluar Melorot

- detikFinance
Senin, 14 Sep 2009 14:20 WIB
Mendag Bantah HPE Sebabkan Pendapatan Bea Keluar Melorot
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu membantah jika penetapan harga patokan ekspor (HPE) produk minyak sawit mentah (CPO) dilakukan secara sepihak dan menyebabkan anjloknya pendapatan bea keluar.

"Kita sudah menghitung, yang menghitung ada timnya, bukan hanya kita," katanya di Pasar Beras Cipinang Senin (14/9/2009).

Menurutnya, penetapan HPE selama ini dilakukan oleh tim dan selalu mengikuti pergerakan harga CPO Rotterdam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi mengeluhkan penetapan HPE CPO yang jauh lebih rendah dari harga CPO Rotterdam, sehingga mempengaruhi target pendapatan bea keluar CPO yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan realisasi pendapatan bea keluar sampai akhir bulan Agustus 2009 masih dikisaran Rp 400 miliar lebih.

"HPE CPO itu disesuaikan dengan harga Rotterdam," jelasnya.

Mari menegaskan masalah penetapan HPE sudah ada rumusan dan perhitungannya sehingga tidak akan jauh keluar dari ketentuan. Meskipun pihaknya akan membuka kesempatan jika pihak Bea Cukai memberikan masukan dalam kajian perhitungan HPE yang dianggap lebih tepat.

"Terserah dia kalau dia mau memberi masukan, kalau itu kan masalah formula dan menghitung," kilahnya.

Salah satu contoh penetapan HPE yang berbeda jauh dengan harga Rotterdam adalah saat pengenaan bea keluar 0% pada bulan September 2009 ini. Pada bulan September HPE CPO yang ditetapkan sebesar US$ 615 per ton sedangkan harga rata-rata CPO Rotterdam sebulan sebelum penetapan HPE justru sebesar US$ 689,42 per ton.

Meskipun dalam kondisi bea keluar 0%, penetapan HPE berapa pun dinilai tidak akan mempengaruhi pendapatan bea keluar.

(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads