Hal ini ditandai dengan mulai aktifnya peran Sekretaris Negara bidang Perdagangan dan Industri dalam memantau pergerakan program konversi energi termasuk meminta laporan-laporan terbaru kepada asosiasi industri tabung baja 3 kg dalam negeri.
"Kelihatannya sekarang ini yang memegang otoritas dalam memutuskan mulai bergeser ke RI-1," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi saat dihubungi oleh detiFinance , Senin (14/9/2009).
Menurut Tjiptadi, kondisi ini mulai terjadi belakangan ini, dimana pihak Sekneg secara resmi telah meminta laporan-laporan mengenai perkembangan program konversi energi termasuk produksi tabung 3 kg kepada asosiasi tabung. Meskipun kata dia, prosesnya terlihat secara perlahan-lahan sekali.
"Sekarang ini mulai bergeser ke RI-1, memang tidak secara drastis, tapi pelan-pelan," tambahnya.
Seperti diketahui Wapres Jusuf Kalla menjadi pencetus dan 'komando' dalam program konversi energi termasuk dalam mengkoordinir kesiapan produksi tabung elpiji 3 kg produsen dalam negeri.
Seiring mulai berakhir masa jabatannya sebagai Wapres yang akan berakhir di bulan Oktober nanti, rupanya kondisi ini sudah diantisipasi.
(hen/dnl)











































