Aphindo: Indonesia Potensial Jadi Pusat Pabrik Plastik ASEAN

Aphindo: Indonesia Potensial Jadi Pusat Pabrik Plastik ASEAN

- detikFinance
Senin, 14 Sep 2009 15:29 WIB
Aphindo: Indonesia Potensial Jadi Pusat Pabrik Plastik ASEAN
Cikarang - Penghapusan bea masuk impor bahan baku plastik pada 2010 diharapkan bisa mendorong Indonesia menjadi pemain plastik terkemuka di kawasan ASEAN.

"Indonesia potensial menjadi pusat pabrik plastik di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN," ujar Ketua Aphindo, Cokro Gunawan, Cikarang, Jawa Barat, Senin (14/9/2009).

Gunawan mengatakan, plastik sudah menjadi kebutuhan utama manusia modern. Hampir semua produk industri modern mengandung bahan plastik. Hal ini, ujar Cokro, menunjukkan adanya kebutuhan plastik yang semakin besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kebutuhan plastik di kawasan ASEAN cukup tinggi. Indonesia berada di peringkat terbawah sebanyak 10 kilogram perkapita/tahun. Kemudian disusul oleh Thailand 45 kg perkapita/tahun,Malaysia 56 kg perkapita/tahun dan Singapura 93 kg perkapita/tahun.

Menurut Cokro, untuk mewujudkan cita-cita tersebut sangat bergantung pada pembebasan bea masuk impor di 2010.

"Jika tidak ada lagi bea masuk, perusahaan akan lebih efisien membangun pabrik di suatu negara dan memasarkannya ke negara-negara lain dalam kawasan ini," jelas Gunawan.

Selain pembebasan bea masuk, faktor internal juga perlu dibenahi yaitu keberpihakan pemerintah dalam menetapkan regulasi yang pro industri. Ditambah peningkatan kerja sama antara industri plastik di tingkat hulu dan hilir.

(dro/dro)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads