"Indonesia potensial menjadi pusat pabrik plastik di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN," ujar Ketua Aphindo, Cokro Gunawan, Cikarang, Jawa Barat, Senin (14/9/2009).
Gunawan mengatakan, plastik sudah menjadi kebutuhan utama manusia modern. Hampir semua produk industri modern mengandung bahan plastik. Hal ini, ujar Cokro, menunjukkan adanya kebutuhan plastik yang semakin besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Cokro, untuk mewujudkan cita-cita tersebut sangat bergantung pada pembebasan bea masuk impor di 2010.
"Jika tidak ada lagi bea masuk, perusahaan akan lebih efisien membangun pabrik di suatu negara dan memasarkannya ke negara-negara lain dalam kawasan ini," jelas Gunawan.
Selain pembebasan bea masuk, faktor internal juga perlu dibenahi yaitu keberpihakan pemerintah dalam menetapkan regulasi yang pro industri. Ditambah peningkatan kerja sama antara industri plastik di tingkat hulu dan hilir.
(dro/dro)










































