Pertamina cs Diminta Turunkan Harga Gas Senoro

Pertamina cs Diminta Turunkan Harga Gas Senoro

- detikFinance
Selasa, 15 Sep 2009 06:12 WIB
Pertamina cs Diminta Turunkan Harga Gas Senoro
Jakarta - Konsorsium PT Pertamina (Persero) dan PT Medco Energi Internasional sebagai pemilik lapangan Senoro dan Matindok diminta untuk menurunkan harga jual  gas senoro di mulut sumur (well head) yang saat ini masih dipatok US$ 6,16 per mmbtu.

"Konsorsium hitung yang benar. Sekarang keekonomian untuk semua pihak itu berapa? Jangan keekonomian untuk dia saja, tapi yang lain tidak ekonomis," ujar Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Hidayat Nyakman kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (14/9/2009).

Menurut Hidayat, usulan harga sekitar US$ 4 per mmbtu plus premium yang ditawarkan pihaknya kepada konsorsium dapat menguntungkan kedua belah pihak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya  dengan harga US$ 4-5 per mmbtu, dia hidup kita juga hidup. Jangan dia hidup sendiri, kita tidak. Jadi  harus imbanglah," tegasnya.

Hidayat juga sangat menyayangkan sikap konsorsium yang tidak mau menurunkan harga jual gas tersebut. Pasalnya, jika tidak mendapatkan pasokan gas tersebut maka rencana Pusri Holding untuk membangun dua pabrik pupuk di dekat lapangan tersebut terancam tidak dapat terealisasikan.

"Kalau harganya tidak mau turun dan tidak cocok maka tidak mungkin deal dong. Padahal rencananya Pusri holding akan membangun dua pabrik disana dengan kapasitas 4000 ton per hari," papar Hidayat.

Untuk itu, Hidayat sangat berharap agar komitmen gas yang dibutuhkan pihaknya bisa dipenuhi. Pemerintah juga diminta untuk berpihak kepada pabrik pupuk dengan mendorong terealisasinya pasokan gas dari lapangan  yang berada di Sulawesi Tengah tersebut.

"Ketahanan pangan nasional, tidak mungkin tercapai kalau tidak ada ini (pasokan gas). Kalau gas itu tetap diekspor,  itu berarti  tidak adanya keberpihakan ke dalam negeri," tandasnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads