"Konsorsium hitung yang benar. Sekarang keekonomian untuk semua pihak itu berapa? Jangan keekonomian untuk dia saja, tapi yang lain tidak ekonomis," ujar Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Hidayat Nyakman kepada detikFinance, di Jakarta, Senin (14/9/2009).
Menurut Hidayat, usulan harga sekitar US$ 4 per mmbtu plus premium yang ditawarkan pihaknya kepada konsorsium dapat menguntungkan kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat juga sangat menyayangkan sikap konsorsium yang tidak mau menurunkan harga jual gas tersebut. Pasalnya, jika tidak mendapatkan pasokan gas tersebut maka rencana Pusri Holding untuk membangun dua pabrik pupuk di dekat lapangan tersebut terancam tidak dapat terealisasikan.
"Kalau harganya tidak mau turun dan tidak cocok maka tidak mungkin deal dong. Padahal rencananya Pusri holding akan membangun dua pabrik disana dengan kapasitas 4000 ton per hari," papar Hidayat.
Untuk itu, Hidayat sangat berharap agar komitmen gas yang dibutuhkan pihaknya bisa dipenuhi. Pemerintah juga diminta untuk berpihak kepada pabrik pupuk dengan mendorong terealisasinya pasokan gas dari lapangan yang berada di Sulawesi Tengah tersebut.
"Ketahanan pangan nasional, tidak mungkin tercapai kalau tidak ada ini (pasokan gas). Kalau gas itu tetap diekspor, itu berarti tidak adanya keberpihakan ke dalam negeri," tandasnya.
(epi/qom)











































