"Tiga calon pelaksana PSO 2010, pendamping Pertamina. Ketiga Badan Usaha itu yaitu PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, PT Shell Indonesia dan PT Petronas Niaga Indonesia," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya, Selasa (15/9/2009).
Pengesahan ketiga pendamping Pertamina itu akan menunggu pengesahan UU APBN. Sambil menunggu disahkan UU APBN, BPH Migas akan klarifikasi dan verifikasi terhadap tiga Badan Usaha tersebut. Ketiga 3 badan usaha tersebut umumnya akan menjadi distributor BBM bersubsidi di luar pulau Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tubagus menambahkan, verifikasi dan klarifikasi tersebut meliputi kesiapan infrastruktur dari tiga badan usaha itu.
"Mereka janjikan dalam dua bulan mereka akan membangun lembaga penyalur. November infrastruktur itu sudah harus selesai, kalau tidak ya harus siap gugur," katanya.
Adapun volume BBM bersubsidi yang akan disalurkan pemenang BBM bersubsidi tahun depan sebesar 36.504.779 KL yang terdiri dari premium termasuk bioethanol sebanyak 21.454.104 KL, solar termasuk biodiesel sebanyak 11.250.675 kl dan minyak tanah sekitar 3,8 juta kl.
Untuk alpha BBM bersubsidi 2010 yaitu Rp 556 per liter. Sementara margin yang akan diperoleh badan usaha adalah Rp 20 per liter.
Seperti diketahui, tender BBM bersubdisi tahun ini diikuti oleh 10 badan usaha. Adapun kesepuluh peserta tender tersebut yaitu PT Pertamina (Persero), PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk, PT Petronas Niaga Indonesia, PT Petrobas Indonesia, PT Shell Indonesia, PT Medco Sarana Kalibaru, PT Total Oil Indonesia, PT Patra Niaga, PT Bumi Asri Prima Pratama dan PT Petro Andalan Nusantara.
(epi/qom)











































