PPA Targetkan Semua BUMN 'Pasiennya' Sehat 3 Tahun Lagi

PPA Targetkan Semua BUMN 'Pasiennya' Sehat 3 Tahun Lagi

- detikFinance
Rabu, 16 Sep 2009 05:49 WIB
PPA Targetkan Semua BUMN Pasiennya Sehat 3 Tahun Lagi
Jakarta - PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kini bertugas merawat BUMN-BUMN yang sakit. PPA berharap BUMN-BUMN sakit yang dirawatnya bisa sembuh dan sehat lagi dalam 3 tahun ke depan.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PPA Boyke Mukijat disaat buka puasa bersama di kantornya Selasa (15/9/2009)malam.

Menurut  Boyke, saat ini terdapat 10 BUMN yang sakit diantara 40 BUMN yang ada. Kesemuanya memiliki permasalahan yang berbeda, dan perlu penanganan tersendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BUMN bermasalah dan kini dalam proses 'penyembuhan' di PPA adalah PT Merpati, PT PAL , Waskita Karya, PT Industri Sandang Nusantara (ISN), PT Djakarta Lloyd, Perum
Produksi Film Negara (PFN), PT Survei Udara Penas, PT Pragja Paramitra.

"Sampai saat ini kami berkonsentrasi pada restrukturisasi dan revitalisasi Merpati, PT PAL
Surabaya, dan Waskita Karya. Kami menginginkan dalam 3 tahun, seluruh BUMN sudah sehat, hingga kami mengerjakan tugas berikutnya," kata Boyke.

PPA mempunyai tantangan besar dalam merealisasikan target mereka. Menurut Boyke, banyak BUMN dengan permasalahan yang akut, hingga perlu penanganan lebih.

"Banyak BUMN yang sudah akut dari dulu, dan sudah lama terjadi. Namun karena tidak segera diobati, maka sakitnya bertambah parah. Untuk ini, kami memerlukan banyak effort," ujarnya.

Dalam  tugasnya, PPA tidak berjalan sendiri. Mereka mendapatkan arahan atas kerja yang dilakukannya. Setiap ada BUMN bermasalah, PPA akan kaji permasalahan mereka, kemudian akan menghasilkan beberapa solusi. Solusi akan diserahkan kepada komite restrukturisasi, yang terdiri dari Kementrian BUMN, Departemen Keuangan (Depkeu), serta kementrian teknis, jika diperlukan.

"Kami akan lapor ke komite untuk mendapat approval. Minim harus ada dua menteri, yaitu BUMN dan Depkau. Baru kami bisa menjalankan rencana kerja PPA," ujarnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads