Dana tersebut dialokasikan untuk menyehatkan tiga BUMN bermasalah yakni Merpati Nusantara Rp 300 miliar, Industri Sandang Nasional (ISN) Rp 25 miliar, dan PT Kertas Kraft Aceh (KAA) Rp 125 miliar. Sisa dana dari Rp 1 triliun, rencananya untuk menyehatkan PT PAL dan Waskita Karya.
"Rencananya akan ada lagi untuk PAL Rp 450 miliar dan Waskita Rp 475 miliar," ujar Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di kantornya Selasa (15/9/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam daftar, masih banyak BUMN sakit yang belum dikelola asetnya oleh PPA. Mereka yang menunggu antrean adalah PT Djakarta Lloyd, Perum Produksi Film Negara (PFN), PT Survei Udara Penas, PT Pragja Paramitra, dan PT Industri Gelas.
(qom/qom)










































