Hal ini disampaikan Direktur Utama PPA Boyke Mukijat di Gd. Sampoerna Strategic Selasa (15/9/2009) malam.
Menurut Boyke, BUMN umumnya memiliki karyawan dalam jumlah besar yang merupakan warisan masa lalu. Ketika itu BUMN tidak memiliki pesaing, sehingga cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan menambah jumlah karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Downsizing yang dimaksudkan oleh Boyke adalah pengurangan karyawan. Jika pengurangan tidak segera dilakukan, akan membebankan BUMN itu sendiri.
Selain kelebihan jumlah karyawan, teknologi BUMN yang ketinggalan zaman membuat aset-aset BUMN termasuk dalam kategori tidak produktif.
"Contohnya BUMN textil. Banyak mesin-mesin yang dimiliki industri sandang ini, tidak di-upgrade, hingga terjadi non earning asset," paparnya.
Usul Boyke, BUMN lebih baik melakukan penjualan aset yang sudah tidak produktif untuk mendapatkan dana segar. Kemudian setelah dana terkumpul, BUMN bisa mencari modal bisnis yang tepat.
(dro/dro)











































