"Kenaikan peringkat itu disebabkan oleh perekonomian Indonesia yang relatif tangguh menghadapi resesi global disamping juga prospek pertumbuhan jangka pendek yang sehat," ujar Aninda Mitra, Vice President dan Sovereign Analyst untuk Indonesia dalam siaran persnya, Rabu (16/9/2009).
Peningkatan aktivitas perekonomian hingga diperkirakan mencapai 5,5% pada 2010 serta dinamika pertumbuhan Indonesia secara keseluruhan berada dalam posisi yang lebih baik dalam menghadapi ketidakpastian global dalam jangka menengah dibandingkan negara-negara lain yang berperingkat 'Ba' dan negara di kawasan regional lainnya.
"Manajemen makro ekonomi Indonesia juga membaik dan tingkat kebijakan yang sepatutnya diharapkan tetap hadir pada masa yang akan datang," tegas Mitra.
"Perkembangan-perkembangan itu menandai peningkatan kredibilitas dan kemampuan memprediksi dari kebijakan pemerintah dan diharapkan bisa menjaga stabilitas makro ekonomi," imbuhnya.
Terkait pemilu yang dimenangkan oleh incumbent, analis Moody's mencatat hal ini akan menjaga kelanjutan kebijakan dan kemungkinan bisa membawa reformasi kebijakan dan struktural yang lebih mendalam.
Kenaikan peringkat ini juga disebabkan oleh membaiknya profil kredit yang diturunkan dari kehati-hatian kebijakan, reformasi struktural dan manajemen utang yang baik. Defisit APBN yang relatif rendah dan pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menurunkan utang pemerintah dan swasta. Kemampuan (membayar) utang pemerintah juga diperkirakan masih stabil.
"Meski Indonesia menghadapi gejolak pasar yang lebih besar dibandingkan negara-negara lain dalam peringkat yang sama, namun menurunnya penggunaan utang dalam finansial serta kebijakan proaktif dan fleksibel memberikan faktor-faktor pendukung fundamental bagi kredit," urai Mitra.
"Akan tetapi, kebutuhan akan cadangan devisa mata uang asing yang lebih kuat, ditambah dengan pasar modal dan basis investor institusi dalam negeri yang lebih matang merupakan faktor-faktor yang akan secara signifikan memberikan pengaruh bagi kenaikan sovereign creditworthiness selanjutnya," katanya.
Risiko sistemik dari serangan teroris telah ditanggulangi dengan peningkatan fleksibilitas institusi-institusi politik dan aparat keamanan. Selain itu, potensi contingent liabilities pada sistem perbankan atau perusahaan-perusahaan negara bukan merupakan ancaman yang signifikan bagi fundamental kredit sovereign Indonesia.
Sejalan dengan kenaikan peringkat sovereign ini, Moody's juga menaikkan ceiling untuk peringkat utang dalam valas Indonesia menjadi 'Ba1' dan ceiling untuk peringkat depositi bank dalam valas menjadi 'Ba3'. Outlook dari batas itu adalah stabil. Sementara ceiling untuk peringkat utang dalam mata uang lokal adalah 'Baa2' dan peringkat jangka pendek pemerintah di Not-Prime tidak terpengaruh oleh kenaikan peringkat-peringkat ini.. (qom/dnl)











































