"Jadi gangguannya bukan di kabel bawah laut namun pada terminasi kabel di Banyuwangi, yaitu komponen di atas tanah saat terjadi hujan lebat," kata Direktur Operasi Sistem Jawa Bali, PLN, Murtaqi Syamsuddin saat dihubungi wartawan, Kamis (17/9/2009).
Murtaqi menjelaskan, dengan kondisi kapasitas pembangkit di sistem Jawa-Bali yang masih sangat marginal, maka dengan adanya gangguan ini menyebabkan pembangkit-pembangkit di Bali terlepas dari sistem Jawa Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, saat ini daya mampu pasok listrik sistem Jawa Bali 20.587 MW dengan beban puncak 16.580 MW. Sementara pertumbuhan konsumsi listrik di Jawa Bali lebih dari 10 persen per tahun.
(epi/dnl)











































