"Kalau saya berdoa naik. Karena beban cukai saya juga naik pada 2010," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Meskipun begitu, Anwar mengatakan keputusan untuk menaikkan tarif cukai minuman alkohol tergantung kebijakan pemerintah secara keseluruhan.
"Mekanismenya masih dibahas antara Departemen Perdagangan dengan kita. Besarannya tetap atau naik, akan kita bahas. Tergantung policy -nya, apakah akan dibebankah lebih banyak atau tidak. Kita lihat nanti," tuturnya.
Saat ini kontribusi cukai minuman keras beralkohol dalam penerimaan bea dan cukai masih sangat kecil yaitu sekitar 1% dari total penerimaan cukai.
"Jadi kita lihat penyesuaiannya. Karena fiskal tergantung policy pemerintah, apakah akan membatasi minuman dengan cukai atau tidak. Nanti kita lihat saja. Filosofinya memang untuk membatasi konsumsi, tapi perkara kenaikannya tergantung stakeholder kita," jelas Anwar.
(nia/dnl)











































