Peringkat Ekonomi Indonesia 'Tergeser' Malaysia

Peringkat Ekonomi Indonesia 'Tergeser' Malaysia

- detikFinance
Sabtu, 19 Sep 2009 10:15 WIB
Peringkat Ekonomi Indonesia Tergeser Malaysia
Jakarta - Peringkat Indonesia sebagai pasar potensial untuk perusahaan Inggris di 2009 tergeser oleh Malaysia, pada 2008 Indonesia menduduki peringkat 5 sementara Malaysia 13 sebagai pasar potensial. Namun di 2009 ini peringkat Indonesia tergeser dimana Malaysia menduduki peringkat 5 sementara Indonesia menduduki peringkat 6.

Demikian hasil laporan Departemen Perdagangan dan Investasi Inggris yang dikutip detikFinance, Sabtu (19/9/2009).

Meskipun begitu, Inggris masih menganggap Indonesia sebagai salah satu pasar kunci bagi investor global untuk menanamkan investasinya.

Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Mandelson mengatakan, pasar-pasar potensial di Asia ini bisa menjadi pencerah setelah dunia mengalami krisis yang cukup parah.

"Para pebisnis seharusnya bersikap strategis terhadap ekspor mereka dan melakukan perencanaan jangka panjang. Banyak pasar potensial menunjukkan kondisi ekonomi yang berkembang, dan diharapkan dapat tumbuh hingga beberapa tahun ke depan," kata Lord Mandelson.

Peringkat pasar potensial tersebut dibuat berdasarkan survei atas lebih dari 540 eksekutif bisnis kelas atas di 19 sektor bisnis; lebih dari 40 persen responden yang diwawancarai bekerja di perusahaan-perusahaan yang bermarkas di pasar potensial.

Kunci dari hasil penemuan meliputi:
  • 77 persen perusahaan mengharapkan peningkatan prospek ekonomi global pada tahun 2010-2011.
  • Walau terjadi penurunan ekonomi, pasar potensial mendukung kemampuan profit global. Ekonomi pasar potensial, di balik pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan dan ukuran pasar di China dan India, melampaui pasar negara maju di tahun 2009.
  • 60 persen perusahaan yang di survey berharap untuk dapat memperoleh lebih dari 20 persen total pendapatan dari pasar potensial dalam kurun waktu lima tahun - hampir dua kali lebih banyak dari angka terkini yaitu 31 persen.
  • Oleh sebagian besar responden (45 persen), Cina dicantumkan sebagai tujuan investasi terpilih hingga tahun berikutnya, diikuti oleh India (43 persen) dan negara Asia lainnya (35 persen).
  • Menurut 50 persen responden, resiko politik (termasuk resiko nasionalisasi dan pengambil alihan) disebut sebagai tantangan yang berkaitan dengan pemerintahan terbesar untuk melakukan bisnis di pasar potensial.
"Resesi global adalah panggilan untuk perusahaan agar membuat variasi dasar ekspor mereka dan mencari kesempatan-kesempatan baru di daerah yang potensial. Kami mendorong sektor bisnis Inggris untuk melihat ke luar dan mencari bisnis baru dalam pasar yang menarik ini," jelas Lord Mandelson.

Demikian perbandingan peringkat pada 2008 dan 2009. Sebagian dari peringkat 10 terbesar merupakan negara Asia.

2009 peringkat (2008) Negara:
  1. (1) Vietnam
  2. (3) United Arab Emirates
  3. (2) Mexico
  4. (8) South Africa
  5. (13) Malaysia
  6. (5) Indonesia
  7. (6) Singapore
  8. (12) Turkey
  9. (23) Philippines
  10. (10) Saudi Arabia
Adapun hubungan perdagangan antara Inggris dan Indonesia sangat sehat. Inggris mengekspor ke Indonesia sebanyak hampir £391 juta di tahun 2008 (£289 juta di tahun 2007). Total ekspor pada 5 bulan pertama tahun 2009 mencapai £123,5 juta. Di Indonesia, Inggris direpresentasikan dalam sektor minyak dan gas, layanan keuangan, dan sektor ritel.
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads