"Kita lihat estimasi produksi. Yang harus kita jaga adalah beras dan gula. Deptan bilang dari segi produksi (beras) nggak akan turun, 3-4% pertumbuhan masih bisa dicapai," katanya ketika ditemui di kediaman Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Minggu (20/9/2009).
Ia menambahkan diperkirakan sampai akhir tahun ini stok beras cukup, bahkan cukup untuk pasokan 2 bulan di awal tahun yang paceklik. Sehingga ia memastikan stok beras sampai awal tahun depan relatif aman sehingga tidak ada langkah impor. Meskipun dalam kondisi darurat, pihak pemerintah telah melakukan kerjasama dengan negara tetangga termasuk dengan Vietnam sebagai penyuplai siaga jika stok beras Indonesia tidak mencukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk gula, pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hal serupa, diantaranya memaksimalkan produksi musim giling. Selain itu memberikan kelonggaran jumlah dan penurunan bea masuk impor gula untuk raw sugar (gula mentah) yang bisa diolah kembali di dalam negeri dan kebutuhan impor untuk jenis gula rafinasi (untuk industri).
"Kalau kita ijinkan impor raw sugar agar produksi kita diperkirakan sampai akhir tahun stok aman," katanya
(hen/hen)











































