Pengurus harian YLKI, Daryatmo menjelaskan, berdasarkan hasil survei, saat ini 15-20 persen dari total pengeluaran masyarakat per bulan digunakan untuk biaya transportasi. Menurut dia, kondisi tersebut tidak sehat sebab idealnya biaya transportasi yang dihabiskan masyarakat di bawah 10 persen dari pengeluarannya setiap bulan.
"Kenaikan tarif tol tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung, akan menaikkan biaya transportasi masyarakat yang sudah tinggi tersebut," ungkap Daryatmo saat dihubungi detikfinance , Kamis (24/9/2009) malam.
Setelah sempat melakukan penundaan kenaikan tarif tol, akhirnya Departemen Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menetapkan kenaikan tarif tol pada 28 September 2009. Pihak BPJT memastikan ketetapan ini tidak akan ditunda lagi dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu 4 September 2009.
Berikut ruas-ruas yang telah memenuhi SPM, sebanyak 10 ruas yang dipastikan akan naik, yaitu tol Jagorawi, Jakarta-Tengerang, Surabaya-Gempol, Padalarang-Cileunyi, Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Ulujami-Pondok Aren, Palimanan-Kanci, Semarang A,B,C dan Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga.
(epi/dnl)










































