"Kita harapkan akhir Oktober produksinya bisa 20.000 bph," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan MerdekaΒ Selatan, Jakarta, Jumat (25/9/2009).
Evita menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan sertifikasi kelayakan operasi fasilitas produksi. Menurut dia, tertundanya produksi awal Blok Cepu tersebut karena kilang milik PTΒ Tri Wahana Universal (TWU) masih dalam tahap Commisioning (uji coba).
"Pokoknya sebelum 30 September proses commisioning ini selesai," jelasnya.
Β
Ia berharap pada awal Oktober kilang milik TWU sudah bisa menerima sebesar 6.000 bph dari Mobil Cepu Limited, anak usaha ExxonMobil Indonesia.
"20.000 bph itukan baru bisa keluar kalau 6.000 bph itu diambil TWU, terus yang 14.000 bph bisa tersebar lewat pipa milik Pertamina dan Petrochina," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Evita juga mengharapkan agar produksi puncak sebesar 165.000 bph dari lapangan Banyu Urip tersebut tidak molor hingga tahun 2013. Awalnya produksi puncak blok ini ditargetkan pada Maret 2010.
"Kita harapkanΒ tidak. Kita akan lihat betul kira-kira bisa kapan," katanya.
Β
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari Tim Peningkatan Percepatan Produksi Migas (P3M) mengenai penyebab tidak tercapainya target tingkat produksi blok dan juga keterlambatan produksi dari lapangan tersebut. Tim ini sudah bekerja sejak awal September.
"Kami harapkan hasilnya bisa diketahui segera mungkin," ujar Evita.
Sebelumnya, Senior Vice President ExxonMobil Maman Budiman menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk start up (uji coba) fasilitas produksi awal dengan kapasitas 20 ribu bph. Saat ini rata-rata produksi harian blok Cepu sekitar 5.000 barel.
Kepala BP Migas R Priyono menyatakan, kilangΒ milik PT Tri Wahana Universal (TWU) yang berkapasitas 6.000 bph juga telah mulai menerima minyak dari Mobil Cepu Limited.
βSecara perlahan-lahan akan diusahaka dinaikkan ke 6000 bph akhir September atau awal Oktober tergantung progress SATΒ EPF (Site Acceptance Test Early Production Facilities ),β jelas Priyono dalam pesan singkatnya kepada wartawan, hari ini.
Adapun Total pengiriman minyak dari MCL hingga 23 September 2009 yaituΒ sebesar 93106 barel.
ExxonMobil Indonesia melalui anak usahanya Mobil Cepu Limited selaku operator blok CepuΒ telah memulai produksi awal Blok Cepu pada akhir Agustus lalu, dengan produksi antara 2.000 bph-5.000 bph.
Rencananya, minyak yang diproduksikan dari fasilitas produksi sementara Blok Cepu akan diserap 14.000 bph oleh PT Pertamina (Persero) dan sisanya oleh kilang TWU.
Untuk diketahui, perencanaan produksi Blok Cepu dibagi menjadi dua fase, yakni produksi yang dipercepat (early production) dan produksi penuh (full production).
Periode early production merupakan target yang diberikan pemerintah kepada operator untuk mempercepat produksi Blok Cepu. Early production ditargetkan berproduksi sebanyak 20.000 barel per hari. Sementara full production direncanakan dimulai tiga tahun setelah periode early production dengan puncaknya 165.000 barel per hari.
ExxonMobil memiliki Cepu melalui dua anak usahanya, yaitu Mobil Cepu sebesar 20,5% dan Ampolex (Cepu) Pte Ltd 24,5%. Pihak lain yang memiliki Cepu adalah PT Pertamina EP Cepu Limited 45%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/dnl)











































