SBY: Sudah Ada Tanda Tanda Resesi Global Bisa Diakhiri

Laporan dari Pittsburgh Summit 2009

SBY: Sudah Ada Tanda Tanda Resesi Global Bisa Diakhiri

- detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2009 12:29 WIB
SBY: Sudah Ada Tanda Tanda Resesi Global Bisa Diakhiri
Pittsburgh - Pertemuan G20 kedua pada April 2009 di London, masih belum juga ada tanda tanda kapan resesi ekonomi global akan berakhir. Dalam pertemuan ketiga di Pittsburgh, AS, 24-25 September 2009 kali ini, situasinya jauh berbeda.

Dalam proses interaksi selama dua hari itu, para pemimpin negara negara G20 plus lembaga-lembaga internasional, termasuk Sekjen PBB, semuanya memiliki optimisme tersendiri.

"Meski target belum rampung, tapi sudah ada tanda tanda, resesi yang begitu dalam, akhirnya akan bisa kita hentikan," kata Presiden SBY dalam jumpa pers pada Jumat (25/9/2009) pukul 22.15 WIB waktu setempat, di lantai 3 Hotel Westin, Pittsburg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kaitan itu, seperti dikatakan SBY, Indonesia mempunyai posisi yakni terkait dengan dua misi besar. Pertama mengakhiri resesi dan memulihkan perekonomian. Kedua memastikan perekonomian dunia tidak mudah terkena krisis lagi.

"Dalam Arti lebih tahan terhadap goncangan," kata SBY.

Khusus yang pertama, menurut SBY, meski pun tanda tanda krisis global sudah nampak akan bisa dihentikan, namun masih ada perbedaan pandangan, apakah resesi global itu akan berakhir pada akhir 2010 atau 2011.

Namun perbedaan itu dalam forum G20 kali ini tidak diperpanjang, sebab yang lebih penting adalah menyikapi secara tepat tanda tanda bahwa resesi sudah nampak akan bisa diakhiri.

Dikatakan SBY, karena semua upaya sedang berjalan, kebijakan stimulasi ekonomi harus tetap dilanjutkan. Dan kebijakan itu, sesuai dengan target waktu, hasilnya akan ada yang dirasakan tahun depan, bahkan ada juga yang tahun depannya lagi.

Yang juga penting, saat ini adalah masanya menstabilkan keuangan, mengatasi pengangguran baru. "Alhamdullilah di Indonesia pengangguran tidak sangat mengganggu," tandas SBY.

Oleh karena itu, kata SBY, Indonesia mengusulkan, pada pertemuan G20 berikutnya di Kanada dan di Seoul Korea Selatan, diharapkan agenda utamanya melakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi yang komprehensif. Sehingga upaya yang dilakukan benar-benar bisa mengakhiri resesi global.

Menurutnya, angka indikator harus dilihat satu per satu. Misalkan, apakah kepercayaan global sudah benar-benar pulih. Apakah sektor keuangan sudah benar-benar stabil.

Termasuk capital flow. Apakah perdagangan dan investasi sudah bergerak kembali. Apakah sektor riil sudah bangkit kembali. Apakah ketahanan pangan dan energi tetap menjadi prioritas dari pembangunan ekonomi.

"Manakala semua indikasi itu menunjukan angka yang positif, barulah kita boleh mengatakan, resesi pada tahap akhir dan kita segera memikirkan exit strategy," Jelas SBY. (bdi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads