Dolar AS Anjlok, Harga Elektronik Stabil

Dolar AS Anjlok, Harga Elektronik Stabil

- detikFinance
Minggu, 27 Sep 2009 15:29 WIB
Dolar AS Anjlok, Harga Elektronik Stabil
Jakarta - Anjloknya kurs dolar Amerika Serikat dalam tiga hari terakhir ini, ternyata tidak diikuti dengan penurunan harga barang-barang elektronik. Harga elektronik di pasaran saat ini relatif stabil.

Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan detikFinance,  di pasar Harco Glodok dan Glodok Plaza, Jakarta, Minggu (27/9/2009),  harga barang-barang elektronik seperti TV, LCD semi flat atau CRT tidak mengalami perubahaan harga. Begitupun dengan harga home theater, DVD player, kulkas dan mesin cuci.

Adapun barang elektronik yang mengalami penurunan yaitu hanya kamera digital jenis SLR. Penurunannya sekitar lima persen atau sebesar Rp 200.000 dibanding bulan lalu. Namun penurunan  harga ini tidak diikuti dengan turunnya harga camera saku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kecenderungan harga elektronik masih stabil, anjloknya kurs dolar tidak pengaruhi harga,” kata Leni karyawan Toko Victory Electronic kepada detikFinance saat ditemui di Harco Glodok, Jakarta.

Menurut dia, stabilnya harga ini juga disebabkan saat ini Indonesia sudah memproduksi berbagai barang elektroik seperti AC, TV dan mesin cuci. Ketersediaan barang di pasaran inilah yang juga mempengaruhi harga.

“Hanya beberapa yang masih impor seperti LCD TV dan kulkas dengan kapasitas besar,” ungkapnya.

Stabilnya harga elektronik ini juga diakui oleh Hendra, karyawan New Metro, Harco Glodok. Hendra menyatakan, hingga saat ini harga masih relatif stabil, terlebih transaksi pasca lebaran masih relatif sepi.

“Pembeli masih sepi, karena banyak yang belum kembali ke Jakarta. Mungkin mulai minggu depan mereka akan datang sehingga transaksi bisa berjalan normal,” ungkapnya.

Adapun barang yang mengalami peningkatkan dari sisi transaksi yaitu untuk mesin cuci.  Peningkatan pembeli tersebut terjadi dalam empat hari terakhir.

“Transaksi mesin cuci yang paling meningkat dibanding alat elektronik lainnya. Mesin cuci ini paling laris  karena kebutuhan konsumen untuk mencuci masih tinggi karena banyak pembantu yang masih mudik,” ujar  Denis karyawan toko Mega Raya di Kawasan Glodok Plaza.
(epi/epi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads