Demikian disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono dalam pesan singkatnya, Senin (28/9/2009).
"Produksi minyak pada tanggal 24 September sebesar 954.305 bph. Rata-rata produksi minyak September saja sekitar 951.867 bph, sehingga rata-rata produksi minyak selama 2009 sekitar 949.270 bph," tuturnya.
Sementara untuk produksi gas pada 24 September 2009 sekitar 7.863 mmscfd, sehingga produksi gas sepanjang September 2009 sebesar 8.010 mmscfd. Dan dengan begitu produksi gas sepanjang 2009 sekitar 7.884 mmscfd.
Priyono mengatakan hal-hal yang mempengaruhi produksi Migas Indonesia saat ini adalah tambahan produksi minyak berasal dari Blok Cepu yang sudah beroperasi mulai 31 Agustus, dimana pada saat ini tingkat produksi baru 5.300 bph.
"Lapangan Glagah Kambuna milik Pertamina ditutup karena problem pada turbin PLN Medan, produksi turun kondensat 3.500 bph dan gas 30 mmscfd," ujarnya.
(epi/dnl)











































