Menurut Kepala BP Migas R Priyono, saat ini stok minyak mentah dalam negeri yang dimiliki pemerintah sekitar 12 juta barel. Pelepasan ini juga dilakukan agar terjadi keseimbangan antara produksi dan lifting minyak.
βSupaya produksi dan lifting tidak terlalu beda, maka akan dilepas 1 juta barel bulan, Oktober,β ujarnyaΒ di Gedung Departemen ESDM, di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSemua yang ditender BP Migas dalam catatan saya tidak pernah pakai diskon, kita malah selalu dapat premium,β ungkapnya.
Untuk diketahui, hingga tanggal 24 SeptemberΒ 2009, rata-rata produksiΒ minyak nasional tahun 2009 sekitar 949.270 bph. Sementara target lifting minyak di APBN tahun ini sebesar 960 ribu bph.
Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengakui pihaknya sudah meminta kepada Kepala BP Migas untuk mengawasi produksi minyak nasional dan kapan stok minyak mentah bisa dilepas.
βKemarin semester pertama kan sudah mencapai target. Saya mintaΒ kepada Kepala BP Migas kapan stok itu harus dirilis sambil menunggu produksi dari lapangan produksi baru seperti Cepu dan Kangeanβ jelasnya.Ia menambahkan, jumlah stok yang dilepas diserahkan sepenuhnya kepada ke BP Migas, namun pihaknya akan terlibat dalam waktu pelaksanaannya. "Yang penting target APBN tercapai 960.000 bph," ujarnya. (epi/ang)











































