Suntikan Dana Waskita Mengucur 2 Hari Lagi

Suntikan Dana Waskita Mengucur 2 Hari Lagi

- detikFinance
Selasa, 29 Sep 2009 09:13 WIB
Suntikan Dana Waskita Mengucur 2 Hari Lagi
Jakarta - Proses penyuntikan modal PT Waskita Karya (persero) oleh Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tinggal menunggu hari. Setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Negara Badan Usaha Milik Usaha (Meneg BUMN) dan Menteri Keuangan (Menkeu), Waskita siap adakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk sosialisasikan hal ini.

"Pencairan (modal) segera. Pada prinsipnya oke dan kita tinggal buat RUPS. Dalam dua hari ini bisa
RUPS,"kata Sofyan di kantornya Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Senin (28/9/2009) malam.

Ijin penambahan modal oleh Meneg BUMN dan Menkeu, dikarenakan perusahaan jasa konstruksi plat merah ini mempunyai ekuitas yang negatif. Diharapkan dengan penyuntikkan modal oleh PPA, ekuitas Waskita bisa lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PPA masuk (menambah modal) kesana untuk melakukan restrukturisasi. Dengan demikian ekuitas negatif Waskita dapat tertutupi dengan dana PPA,"jelasnya.

Bentuk dana yang PPA berikan merupakan suntikan modal, dan akan dikembalikan setelah Waskita Karya melangsungkan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Rencananya IPO itu akan terlaksana di tahun 2010.

"Yang penting dana dari PPA keluar, saat IPO nanti Waskita bisa jadi BUMN sehat kembali. IPO-nya masih belum dipastikan. Mudah-mudahan tahun depan bisa, 2010 atau 2011," ujar Sofyan.

Dari hasil rapat yang baru saja digelar, lanjut Sofyan, membahas masalah teknis tentang suntikan dana Rp 475 miliar. "Yang jelas PPA sudah tidak ada masalah, karena pada awalnya PPA mensyaratkan persetujuan dari Menteri Keuangan, dan Menteri Keuangan sudah oke,"imbuhnya.

Penyuntikkan modal yang dilakukan PPA, didasarkan atas defisit yang terjadi pada BUMN karya itu. Defisit terjadi karena adanya pemalsuan laporan keuangan perseroan oleh direksi yang terdetiksi di bulan Agustus lalu.

Pemalsuan laporan keuangan Waskita terjadi karena selalu melaporkan pembukuan perseroan mengalami surplus (untung) padahal nyatanya defisit. Kealfaan yang terjadi sejak 2004 ini memangkas ekuitas yang ada di perseoran hingga minus sebesar Rp 475 miliar.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads