RI Butuh Badan Pengembangan Susu Nasional

RI Butuh Badan Pengembangan Susu Nasional

- detikFinance
Rabu, 30 Sep 2009 16:23 WIB
RI Butuh Badan Pengembangan Susu Nasional
Jakarta - Dewan Persusuan mendesak pemerintah untuk membentuk Badan Pengembangan Susu Nasional yang bertugas sebagai regulator dan pelaksana pengembangan susu di Tanah Air.
 
Saat ini Indonesia masih sangat ketergantungan dengan susu impor yang masih mendominasi 80% dari kebutuhan susu nasional yang mencapai Rp 8 triliun per tahun.
 
Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Budiana saat ditemui di kantor Kadin, Rabu (30/9/2009).
 
"Kita mendesak perlu dibentuk badan pengembangan susu nasional, saya sudah kirim surat ke Presiden dua kali yang terakhir 3 Agustus 2009. Sayangnya sampai sekarang belum ada respons," katanya.
 
Ia mengatakan Badan Pengembangan Susu ini akan bertugas sebagai pembuat kebijakan sampai pelaksanaan pengembangan susu di dalam negeri. Saat ini kata dia, setiap departemen selalu tumpang tindih dalam melakukan pengembangan sektor persusuan seperti departemen perindustrian, departemen pertanian, dan lain-lain.
 
"Badan ini juga nantinya bisa menjadi penggerak program susu untuk anak sekolah," katanya.
 
Ia menyayangkan saat ini fokus pemerintah terhadap pengembangan susu di dalam negeri sangat minim, padahal sampai saat ini konsumsi per kapita susu di Indonesia per orangnya hanya 8-9 liter per tahun.
 
"Kita kalah jauh dengan India mereka sudah 40 liter, jangan heran mereka sangat mengusai IT," ucapnya.
 
Bahkan kata dia, saat ini India telah menjadi produsen susu terbesar di dunia dengan ditopang oleh 90 juta orang peternak, sebanyak jumlah populasi kerbau 150 juta ekor lebih. Hal ini karena pemerintahnya sangat mendukung pengembangan susu di negerinya.
 
"Sekarang ini dari 80% kebutuhan susu kita masih mengimpor. Sedangkan kebutuhan 20% dipenuhi oleh lokal, kalau kita bisa penuhi 50% saja sangat mencukupi tambahan tenaga kerja," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads