"11 tangki timbun yang berisi premium, kerosin, solar, dan avtur, serta minyak bakar semuanya aman," ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Kamis (1/9/2009).
Begitupun dengan dermaga, menurut dia, kondisinya aman, pipa BBM tidak ada yang bocor, pompa produk aman, dan pagar keliling terminal rusak parah.
"Sejumlah bangunan rusak diantaranya gardu gerbang (gate keeper ), dan rumah pompa," jelasnya.
Sementara untuk ketahanan stok di transit terminal saat ini premium cukup untuk 14 hari, solar stoknya untuk 20 hari, kerosin sekitar 14 hari, avtur stok cukup selama 21 hari.
Sementara itu, 6 dari 13 SPBU di kota Padang masih beroperasi, 3 rusak berat, sisanya masih belum bisa operasi. "Jalur jalan dari transit terminal ke arah kota baru saja bisa dibuka, meski kondisi padat."
Untuk memantapkan pasokan suplai BBM, Basuki menyatakan, pihaknya telah melakukan pengalihan supply point dari depot Siak, Riau yaitu premium 80 kiloliter, depot Dumai yaitu premium 154 kiloliter, kerosin 90 kiloliter, dan solar 44 kiloliter.
Selain itu, imbuh Basuki, pihaknya juga sedang menyiapkan tongkang dan kapal tanker Soechi untuk dijadikan floating storage yang ditaruh di Pelabuhan Muaro untuk kebutuhan Kota Padang. "Disiapkan juga bantuan 10 unit mobil tanki dari Jambi," katanya.
Sementara untuk stok avtur di bandara Minangkabau sebanyak 13 hari. "Pertamina menyiapkan posko peduli Pertamina untuk obat-obatan dan lain-lain, dan membantu minyak tanah untuk dapur umum," tandasnya.
(epi/dnl)











































